Kloter 26 BTH Tinjau Persiapan Armuzna

24
Jun 2023
Kategori : Berita
Penulis : humas
Dilihat :260x

Mekkah – Ketua Kloter 26 BTH, M. Ma’shum Ahmadi, S.Ag., M.E. bersama Pembimbing ibadah dan para Karom dan Karu meninjau terkait persiapan penyelenggaraan menjelang puncak haji 1444H/2023. Kunjungan ini merupakan rangkaian tindak lanjut rapat kloter dengan jamaah yang sudah menyepakati akan melaksanakan nafar awal serta persiapan yang harus disiapkan antara lain terkait persiapan properti yang akan dibawa ke Armuzna. Persiapan lain yang juga menjadi prioritas adalah teknis melempar jumroh.

Namun dibalik itu, pembimbing ibadah dan kesehatan haji sepakat bahwa jamaah kloter 26 BTH yang terdiri dari Kota Singkawang (107 org), Kab. Mempawah (187), dan Kota Pontianak (77) sepakat bahwa jamaah terutama jamaah haji lansia untuk lebih fokus menyambut puncak haji dengan menjaga fisiknya dengan cara mengurangi aktivitas ibadah yang sifatnya sunnah dan sebaliknya lebih fokus pada puncak ibadah haji. Jadi intinya harus menghemat tenaga. Jamaah dapat melakukan ibadah dengan memanfaatkan mesjid mesjid sekitar pemondokan, karena hal tersebut sejalan dengan distopnya operasional transportasi bus shalawat yang tadinya mengangkut jamaah 24 jam, karena kondisi Mekkah yang saat ini semakin padat. Bus shalawat resmi berhenti operasi mengangkut jamaah dari Masjidil Haram ke pondokan pada tanggal 24 Juni 2023 dan beroperasi kembali pada tanggal 2 Juli 2023. Hal ini terjadi lantaran bus-bus ditarik dan dipersiapkan untuk angkutan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Pemeriksaan kesehatan difokuskan pada jamaah lansia dan resiko tinggi (resti). Tenaga kesehatan Kloter 26 BTH dr. Evi Yulia Kusmayanti dan tim perawat menyebutkan bahwa jamaah yang memiliki penyakit komorbid seperti tekanan darah tinggi dan diabetes akan diberikan terapi obat sampai puncak haji tiba. Tim Kesehatan Kloter juga beraktivitas setiap hari melakukan pemeriksaan gejala gejala ringan, pengukuran tensi darah dan pemberian vitamin dan oralit dalam rangka menghindari dehidrasi. Sampai saat ini Jamaah Kota Singkawang khususnya masih dalam keadaan sehat dan semangat dalam beraktivitas. Adapun terhadap 2 jamaah yang mengalami low back pain yang sempat di rujuk ke KKHI dan gejala dimensia dan dirawat di klinik kloter sudah kembali bergabung dengan jamaah lainnya di maktab. Semoga persiapan ini efektif dalam menyongsong pelaksanaan puncak haji tanggal 9 dzulhijah 1444 H/27 Juli 2023. Untuk itu mohon doa dari sanak saudara di tanah air,  khususnya Kota Singkawang, semoga jamaah haji Kloter 26 BTH ini dapat menjalankan puncak haji sesuai dengan ketentuan syariat dan mendapatkan haji yang mabrur.(Sukardi Rusdi/PHD)