Hidup oleh Iman (Galatia 2:11-18, 5:20)

11
Sep 2023
Kategori : Artikel
Penulis : humas
Dilihat :212x

Oleh: Liu Siang Ha, S.Th*

Hidup beriman bukan sekedar klaim personal. Hidup beriman adalah pembuktian cara hidup. Dalam bahasa Ibrani: percaya sama dengan pistis/pistueo adalah cara hidup totalitas kepada Tuhan. Dalam kitab Galatia ini terdiri dari sebuah kisah yang menjadi perhatian Rasul Paulus. Terutama Rasul Petrus. Jadi Rasul Paulus mengingatkan Rasul Petrus tentang suatu hal.

Mengingat ini bukan bermaksud menyalahkan menyudutkan atau Paulus tidak merasa dirinya lebih tinggi dari Petrus. Paulus ingin menegaskan penglihatannya di Damsyik tentang hidup beriman melampaui batas-batas. Paulus melihat jemaat Antiokhia tempat pelayanan Petrus bertumbuh, banyak orang bertobat menjadi percaya baik dari keturunan Yahudi dan bukan Yahudi. Ini sangat menyenangkan Tuhan.

Orang Yahudi dikenal sebagai orang bersunat dan orang percaya yang bukan dari Yahudi disebut orang tidak bersunat. Paulus melihat Rasul Petrus ikut makan bersama dengan orang yang tidak bersunat, itu bagus tapi ketika datang orang bersunat, Petrus mundur dari orang yang tidak bersunat. Petrus takut penghakiman manusia. Paulus mengingatkan agar Petrus mampu menjadi berkat untuk semua, bukan untuk sebagian saja.

Dari kata Pistis/ pistueo dipahami hidup beriman/ percaya itu memiliki beberapa arti:

  1. Kepercayaan pribadi.

Manusia punya panggilan untuk percaya kepada sesuatu yang di anggap berkuasa. Agama pagan menyembah roh, Magis, pada gunung, batu, pohon sungai dan benda lain. Dinamis percaya pada roh leluhur. Orang Helenis Yunani percaya dewa-dewa dan Tuhan yang tidak dikenal. Kita bersyukur, Paulus bersyukur mendapat jamahan Tuhan untuk kenal dan percaya kepada Tuhan yang benar.

Orang pagan dan penyembah dewa dan arwah tampak totalitas. Mereka takut pada apa yang mereka percaya sehingga taat untuk ritual, kasih sesajen, bahkan mau kasih tumbal sebagai korban. Bagaimana orang Kristen? Sudah totalkah kita menyembah, mengabdi pada Tuhan kita yang benar? Iman itu urusan pribadi tanggung jawab pribadi kepada Tuhan.

  1. Hidup dapat dipercaya

Selain menjadi orang percaya, orang beriman diminta untuk menjadi orang yang dapat dipercaya. Paulus melihat Petrus terlalu ikut golongan tertentu sehingga mengakibatkan dia kurang dapat dipercaya terutama orang Kristen tak bersunat karena Petrus undur dari waktu makan bersama karena ada orang Kristen bersunat.

Paulus ingin Petrus dan semua orang percaya  mampu membawa untuk dapat hidup untuk dapat dipercaya. Bisa jadi berkat untuk semua orang, semua golongan, semua orang percaya.  untuk dapat dipercaya. Bisa jadi berkat untuk semua orang, semua golongan, semua orang percaya.

3. Hidup bermanfaat Kisah Para Rasul 6:7

Dari hidup kita:

– Firman Tuhan tersebar

Bukan gosip bukan hasutan, bukan caci maki, bukan hoax, tapi Firman.

– Murid Tuhan bertambah banyak

Jangan justru liat hidup kita, murid Tuhan Yesus berkurang. Simpel sebenarnya melalui senyum kita, respek kita, cara kita berkomunikasi, memberkati  makanan dan lain sebagainya bisa jadi cara untuk menambah murid Tuhan.

– Mempertobatkan dunia. Sampaikan kabar keselamatan Tuhan.

Mari introspeksi diri kita, kita hidup oleh iman di level mana.

  1. Percaya pribadi
  2. Percaya pribadi dan dapat dipercaya
  3. Percaya pribadi dapat dipercaya dan jadi manfaat.

 

*Penulis adalah Penyuluh Agama Kristen Kankemenag Kota Singkawang