Upah dari Pembenaran

18
Sep 2023
Kategori : Artikel
Penulis : humas
Dilihat :140x

Oleh: Liu Siang Ha, S.Th*

Syarat mutlak orang berkenan kepada Tuhan adalah hidup benar. Hanya yang benar itulah yang layak di mata Tuhan. Persoalannya adalah tidak ada seorangpun manusia benar. Roma 3:23. Semua orang berdosa dan hilang kemuliaan Allah. Akibat dosa seharusnya kita dihukum dan hukuman tersebut adalah maut.

Tetapi puji Tuhan Allah punya cara supaya kita dibenarkan, bahkan bisa terima upah dari pembenaran. Pembenaran adalah membuat jadi benar.

Pembenaran bisa berupa memperbaiki, menyusun kembali, mengoreksi, membetulkan, bahkan menyempurnakan, serta pembelaan. Bisa kita lihat dlm hidup sehari-hari tentang pembenaran itu. Seperti memperbaiki saluran air yang rusak, mengoreksi hasil ulangan, merapikan posisi benda yang berantakan dan lian sebagainya. Intinya pembenaran merubah dari salah menjadi betul atau menjadi benar.

Bagaimana hidup kita yang bersalah ini bisa dibenarkan

– Roma, 10:10 dan Roma 3:28

Kedua ayat tadi memberitahukan harus beriman.

Apa yang diimani?

Roma 10:9 Yesus adalah Tuhan. Yesus mati dan bangkit. Jadi jangan beriman pada yang  salah.

Upah pembenaran:

  1. Kita didamaikan dengan Tuhan Roma 3:25.

Manusia yang tersesat dalam dosa memerlukan pendamaian. Namun manusia tidak menemukan jalan pendamaian. Hanya Allah sendiri yang bisa memberikan jalan pendamaian itu, Ia mengutus Anak Tunggal-Nya yang sangat dikasihi-Nya turun dari sorga ke dunia. Roma 3:25: “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.”

Kita adalah pribadi-pribadi yang beruntung, lebih beruntung dan paling beruntung di antara semua orang yang beruntung di dunia. Sebab, kita memiliki Kristus Yesus yang sudah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman kita kepada-Nya dengan darah-Nya sendiri.

Tuhan tidak ingin membiarkan umatNya terus tersesat dalam dosa dan kejahatan yang akan membawa mereka ke jurang maut dan kematian kekal dengan nyala api yang tidak pernah padam.

  1. Tidak dipermalukan Roma 10:1.

Tuhan sering mengijinkan kita melewati masa-masa sulit dan pergumulan. Akan tetapi yakinlah bahwa Allah sungguh memperhatikan kita anak-anak-Nya. Dia tidak akan pernah mempermalukan anak-anak-Nya.

Siapakah yang kita andalkan di dalam kehidupan kita? Pada masa-masa sulit  kepada siapakah kita berlindung? Roma  10:11 mengingatkan kita, hanya Tuhanlah yang harus kita andalkan.  Mengandalkan Tuhan itu artinya di dalam hidup kita tidak ada ilah-ilah lain, sebab Tuhan membenci orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia.

Oleh sebab itu, dalam menghadapi pergumulan-pergumulan di dunia ini, kita tidak perlu takut dan khawatir sebab kita mempunyai Tuhan yang telinga-Nya tajam mendengar teriakan kita minta tolong dan pertolongan-Nya tidak pernah terlambat selalu tepat pada waktunya. Jika kita mengandalkan Tuhan:

– Berhasil

– Kuat

– Tangguh

– Diberkati

  1. Diselamatkan Roma 10:13

Bicara keselamatan, keselamatan itu hanya karena anugerah Tuhan semata. Tidak ada yang bisa mendapatkan keselamatan karena perbuatan, kemampuan bahkan karena melakukan upaya – upaya lainnya. Namun, manusia itu dapat selamat karena Allah yang datang kepada manusia, itulah sebabnya dikatakan “hanya oleh anugerah Allah kita selamat”.

Maka Firman Tuhan bagi kita saat ini ingin menegaskan bahwa Semua orang dapat selamat hanya jika percaya kepada Yesus Kristus. Dalam ayat Roma 10: 9-1 dikatakan: “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan di selamatkan”.

Melalui nast ini juga kita diingatkan, bahwa sesungguhnya Tuhan itu dekat kepada orang yang mengimani Yesus sebagai juruselamat dalam hidupnya. Itulah sebabnya dikatakan dalam Roma 10:8  “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu”.

Percayalah dan imanilah. Bahwa oleh karena kasih karunia dan belas kasihanNya, kita sudah dibenarkan oleh-Nya dengan cuma-cuma. Bahwa dengan pengorbananan-Nya di kayu salib, mati, dikuburkan dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, Dia, Yesus Kristus Tuhan kita, sudah menebus dan menyelamatkan kita dari hukuman dosa.

Syukuri bahwa kita mengenal Kristus dan diperkenan menikmati pembenaran-Nya. Orang yang sungguh-sungguh beriman dibenarkan dan dapat upah.

*Penulis adalah Penyuluh agama Kristen Kankemenag Kota Singkawang