Kusemai Nilai dan PPIMS Bagi Keluarga

25
Sep 2023
Kategori : Berita
Penulis : humas
Dilihat :274x

Singkawang. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kota Singkawang mengadakan arisan sekaligus dirangkaikan dengan Sosialisasi Kutanam Sembilan Nilai (Kusemai Nilai) dan Peduli Penyakit Infeksi Menular Seksual (PPIMS) Bagi Keluarga yang bertempat di Op Room Kantor Kemenag Kota Singkawang. Jum’at siang (22/09/2023).

Kegiatan ini adalah rutinitas dari Ibu-ibu DWP Kemenag Singkawang. Untuk kegiatan arisan kali ini agak berbeda dengan pelaksanaan arisan sebelumnya, dimana  selain agenda utama arisan, kegiatan bulanan ini juga diisi dengan Sosialisasi Kusemai Nilai oleh Ketua DWP Kemenag Kota Singkawang, Hj. Masruraini, M.Pd dan Sosialisasi PPIMS Bagi Keluarga oleh Kabid P2P Dinkes dan KB Kota Singkawang, Mursalin, SKM, MKM. Program yang ditujukan kepada seluruh anggota DWP Kemenag ini, dihadiri oleh Kakan Kemenag Kota Singkawang, Drs. H. Muhlis, M.Pd.

Dalam pertemuan tersebut Kakan Kemenag Kota Singkawang, Muhlis, memberikan arahan kepada Ibu-ibu DWP yang hadir, selain pegawai Kemenag itu sendiri, juga ada anggota yang  berasal dari istri pegawai Kantor Kemenag, tentang bagaimana mendukung suami untuk menjaga integritas. Bagaimana kita mencoba menanamkan bahwa korupsi itu adalah sebuah kejahatan, jangan sampai seorang istri malah mendukung suami untuk bertindak menjadi pelaku korupsi itu sendiri. Termasuk dalam hal korupsi waktu ketika masuk dan pulang bekerja, diharapkannya bisa dimaksimalkan sesuai aturan agar gaji dan tunjangan yang didapatkan menjadi berkah. Kusemai Nilai ini menurutnya adalah sebuah program untuk melandaskan nilai dan membangun budaya anti korupsi dengan pendekatan kekeluargaan, tuturnya. Yang berikutnya terkait sosialisasi PPIMS Bagi Keluarga ini sangat-sangat penting dan harus menjadi perhatian khusus untuk anak-anak kita, terutama peran seorang Ibu yang sangat vital dalam membentuk kepribadian anak sehingga mereka dapat mencounter hal-hal yang dapat menjerumuskan ke perilaku yang menyebabkan perilaku menyimpang tersebut, pungkasnya.

Sementara itu Ketua DWP Kota Singkawang, Masruraini dalam sambutannya menyampaikan sosialisasi Kusemai Nilai, beliau menjelaskan bahwa Kusemai Nilai ini adalah akronim dari “Kutanam Sembilan Nilai” yang meliputi jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, disiplin, adil, peduli dan kerja keras atau biasa dikenal dengan istilah atau singkatan dari “Jumat Bersepeda KK”, jelasnya. Senada dengan pernyataan Kakan Kemenag, Masruraini menegaskan, program Kusemai Nilai ini merupakan salah satu program yang menjadi pondasi kuat bagi keluarga untuk menanamkan nilai-nilai anti korupsi pada lembaga dan keluarga, tegasnya. Kita anggota DWP memiliki peran, sebagai anggota DWP, sebagai ibu bagi anak-anak, dan sebagai istri pendamping suami. Apa yang kita lakukan sebagai seorang istri adalah mengingatkan suami supaya berhati-hati, peduli atau tidak dengan apa yang di lakukan dan apa yang diterima. Kami tentu berharap nilai-nilai ini dapat disosialisasikan dengan Pengurus yang lainnya dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, tutupnya.

Selanjutnya sosialisasi PPIMS dari Kabid P2P Dinkes dan KB Kota Singkawang, Mursalin, menyampaikan, bahwa generasi muda perlu mengetahui infeksi PMS dapat tertular melalui kontak seksual, baik melalui hubungan intim melalui alat kelamin, anal atau oral, selain dari wanita ke pria atau sebaliknya, infeksi juga dapat juga dari wanita ke wanita atau pria ke pria, tuturnya. Sosialisasi pada hari ini juga mengingatkan kita betapa pentingnya generasi muda yang sehat, kreatif dan berakhlak baik yang akan menjadi penerus pembangunan. Ada tiga masalah besar yang dihadapi remaja saat ini, yaitu Seksual, HIV AIDS dan Nafza, dimana remaja sering suka mencoba-coba dan lebih terbuka masalahnya kepada sesama remaja daripada kepada orang tua, lanjutnya. Harapannya kepada ibu-ibu DWP Kemenag selaku penyambung lidah kepada para generasi muda agar dapat dan mampu merencanakan masa depannya dengan menjauhi narkoba, seks bebas, HIV/AIDS dan terhindar dari penyakit menular seksual, tutupnya. (MD/skw).