Berjalan bersama Allah (Mikha, 4:5)

1
Nov 2023
Kategori : Artikel
Penulis : humas
Dilihat :419x

Oleh: Liu Siang Ha, S.Th*

“Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.”

Perjalanan adalah sebuah proses melewati tempat dan waktu untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Sebuah perjalanan pasti berbicara bagaimana caranya, untuk apa? Kemana tujuannya, sendiri atau dengan siapa? Banyak hal yang harus dipertimbangkan.

Hidup kita pun ibarat sebuah proses perjalanan. Perjalanan tiap orang berbeda-beda. Ada yang panjang,  atau pendek. Ada yang mudah atau sukar. Ada yang cepat atau lambat. Ada yang lama atau sebentar. Tapi dari semua itu harus hati-hati. Jangan sampai perjalanan kita menuju pada kesesatan, bahaya, kebinasaan.

Nabi Mikha mengingatkan umat Tuhan ” Biarpun bangsa lain berjalan dengan ilah-ilah mereka, kita harus berjalan dengan Tuhan Allah Kita.

Bagaimana kita berjalan dengan Tuhan ?

1. Ikut sepakat dengan Tuhan (Amos, 3:3)

Biasanya ketika memilih biro perjalanan, kita lihat kesepakatan apa yang ada. Bironya layak atau abal-abal. Keuntungan apa yang yang kita terima. Serta Bagaimana kejelasan garansi atau asuransi pertanggungjawaban nya.

Ketika kita mau berjalan bersama Allah, kita harus sepakat dulu dengan Allah; Apakah Allah yg kita ikuti itu benar Allah. Apakah keuntungan kits ikut Allah, Apa jaminan Allah atas atas hidup kita. Suatu ketika murid- murid Yesus menyerangi  danau Galilea. Ditengah danau terjadi badai. Murid-murid Yesus melihat Tuhan Yesus tidur, mereka membangun kanya dan dan berkata Guru bangunlah, kita akan celaka. (Markus, 4:37-40). Dimata murid-murid Yesus adalah Guru, mereka belum mengerti dan belum sepakat Yesus adalah Tuhan. Mari kita buat kesepakatan saya berjalan bersama Tuhan Yesus karena saya yakin Yesus Tuhan saya, Dia Allah yang menjamin keselamatan perjalanan hidup hidup kita.

2. Ikut cara Tuhan (Mazmur, 119:105)

Ikut Biro, kita harus ikut tata cara yang ditentukan. Tidak bisa Semau-maunya kita.

Jika tidak ikut cara Tuhan kita yang rugi. Perjalanan kita akan kacau, jika ada masalah dan musibah kita akan hancur. Firman Tuhan adalah tata cara, aturan yang tepat untuk perjalanan kita. Sola scriptura hanya ikut Firman Allah. Berapa banyak anak Tuhan  berjalan dengan Allah tapi tidak tidak totalitas dengan caranya Tuhan, tidak hanya ikut cara Tuhan, maunya pakai cara nya sendiri, campur cara Tuhan dan cara dunia. Kadang ikut cara Tuhan kadang ikut cara Tuhan. Jangan inginkan setan ikut perjalanan kita bersama Allah.

3. Ikut tujuan Tuhan (Yesaya, 42:8)

Kemana biasanya tujuan perjalanan kita, tidak boleh ubah-ubah tujuan. Tuhan punya tujuan penting dalam hidup kita. Apa tujuan penting orang Kristen, berkat sukses, surga?

Kitab Yesaya bilang tujuan yang Tuhan kasih untuk kita adalah kemuliaan Tuhan. Jika kita ikut kemuliaan Tuhan maka yakinlah yang terbaik Tuhan berikan untuk kita. (Yohanes, 14:3-4)

Sungguh-sungguhlah berjalan bersama Allah. Ikuti kesepakatan dengan Tuhan, ikut cara Tuhan, ikut tujuan Tuhan. Berjalan bersama dengan Tuhan maka janji firman Tuhan adalah Yesaya, 43:2-3. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.

Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Maha Kudus, Allah Israel, Juru selamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu.

*Penulis adalah Penyuluh agama Kristen Kankemenag Kota Singkawang