Darah Yesus (Ibrani 10:19-21)

10
Nov 2023
Kategori : Artikel
Penulis : humas
Dilihat :211x

Oleh: Liu Siang Ha, S.Th*

Setiap makhluk hidup memiliki darah (seperti manusia dan hewan). Darah sangat penting karena punya fungsi; Mengangkut gas pernapasan (oksigen, carbon dioksida) dan mengangkut nutrisi dan hormon dalam tubuh serta mengangkut sisa metabolisme untuk dibuang.

Darah adalah nyawa (Imamat 17:11)

Jika kehabisan darah atau peredaran darah berhenti itu beresiko mati. Dengan kata lain tanpa darah dan peredaran yang baik kita mati. Kitab Ibrani berkata oleh darah Yesus, ini menunjukkan bahwa pengorbanan Yesus dan sampai  mencurahkan darah Nya sangat besar artinya bagi hidup kita. Imamat 17:11 Tuhan memberikan darahNya diatas mezbah sebagai pendamaian nyawa/jiwa kita. 1 Yohanes 1:7

Ketika Yesus disalib, dipaku, dicambuk, ditombak dan darahNya tercurah, terjadi gempa bumi, tirai bait Allah terbelah. Ada  kuasa hebat Tuhan untuk menembus dunia kematian membawa kehidupan, persekutuan iman. Darah = menyucikan kita dari dosa.

Apa yang kita peroleh dari Yesus.

  1. Berani menghadap Tuhan. (Ibrani 10:19)

Manusia tidak perlu ragu, takut, kwatir malu-malu ataupun  sungkan. Tuhan ijinkan bahkan terima keadaan kita yang berdosa.

Darah Yesus membuka lebar peluang berdoa ditempat kudusnya dengan cara bahasa kita masing-masing. Tuhan Yesus tidak membatasi cara kita berkomunikasi denganNya, Tuhan lebih melihat kesungguhan hati kita.

  1. Dapat jalanNya. (Ibrani 10:20)

Kita pasti pernah lewat jalan buntu atau ketemu jembatan putus. Sudah Pasti kita bingung. Begitupun kebuntuan hidup pun mengisyaratkan hal serupa. Namun, bagi orang percaya, jalan untuk keluar dari tekanan hidup yang ada telah disediakan bagi kita. Jalan baru yang dibukakan oleh Yesus, lewat kematian-Nya di atas kayu salib. Jalan keluar satu-satunya yang sanggup membawa kita sampai kepada Bapa (Yoh. 14:6).Tuhan Yesus jaminan jalan baru bahkan melewati tabir kemustahilan.

  1. Kita punya imam besar sejati. (Ibrani 10:21)

Imam besar adalah pemimpin hebat yang mengatur Hidup kita. Dalam Perjanjian Lama, hanya Imam Besar yang dapat membawa dosa-dosa umatNya kepada Allah dan memohon pengampunan. Namun, Yesus bukan hanya memasuki ruang mahakudus yang ada di bumi, tetapi di surga. Oleh sebab itu, kita harus terus berpegang teguh pada pengakuan iman kita bahwa Dia telah membereskan permasalahan dosa kita dan kita punya tanda penting  sebagai anggota-Nya yang sudah diarahkan untuk kemenangan, kemuliaan, Berkat, Damai sejahtera.

Ibrani 10:22  “Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.”

Mari kita menghadap Allah dalam doa pujian penyembahan. Berdoa Dengan Hati yang tulus ikhlas, Iman yang teguh, Hati bersih dan murni.

*Penulis adalah Penyuluh agama Kristen Kankemenag Singkawang