Workshop Asesmen Pembelajaran Kurikulum Merdeka MGMP PAK

15
Nov 2023
Kategori : Berita
Penulis : humas
Dilihat :394x

Singkawang. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Drs. H. Muhlis, M.Pd membuka secara resmi kegiatan Workshop Asesmen Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen (MGMP PAK) SMA/SMK/SMKT Kota Singkawang, yang diselenggarakan di Op Room Kankemenag Kota Singkawang, Selasa (14/11/2023).

Workshop ini merupakan hasil gagasan dan inisiatif oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen (MGMP PAK) SMA/SMK/SMKT Kota Singkawang, bersama dengan pengawas PAK, didukung oleh Kepala Subbag TU, serta Kakan Kemenag Kota Singkawang, yang dihadiri oleh semua Guru Agama Kristen SMA/SMK/SMKT Kota Singkawang yang berjumlah kurang lebih 30 orang peserta dengan narasumber adalah Drs. Titus Pramana, M.Pd, selaku Pengawas SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya Kakan Kemenag Kota Singkawang yang sekaligus membuka acara workshop, Muhlis menyampaikan bahwa sebagai seorang Guru Agama harus selalu memberikan penguatan kepada peserta didik untuk mengamalkan ajaran Agama secara baik. Serta memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang moderasi beragama agar dapat saling menghargai perbedaan-perbedaan, tegasnya.  Kemudian beliau menambahkan bahwa misi agama itu adalah mejaga manusia dengan pesan perdamaian serta kooperatif, bukan konfrontatif, maka dengan adanya kurikulum merdeka ini merupakan jawaban bagi tantangan global, yang mendorong Guru-guru Agama untuk secara konsisten mengimplikasikan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Agama dengan memberikan contoh teladan, tindakan yang baik, baik tutur kata maupun perbuatan sehingga peserta didik dapat meneladani sikap Guru, harapnya.

Selanjutnya dalam rangkaian acara workshop tersebut yang dipandu oleh Titus Pramana penekanan dalam materinya adalah tentang tujuan, manfaat serta perencanaan asesmen sampai pada pengolahan dan pelaporan hasil asessmen. Model asesmen kurikulum merdeka memiliki beberapa model yang dapat pendidik implementasikan dalam proses pembelajaran, yang meliputi asesmen dignostik, asesmen formatif, dan juga asesmen sumatif. Berikut merupakan deskripsi model-model dari asesmen pada kurikulum merdeka belajar yang dapat menjadi referensi bacaan bagi pendidik. Titus Pramana selaku narasumber dalam Workshop Asesmen Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka berharap kepada para Guru yang hadir bisa memperoleh pengetahuan baru mengenai kurikulum merdeka serta dapat memberikan pendidikan yang terbaik untuk siswa-siswi SMA/SMK/SMKT di Kota Singkawang, tutupnya.

Serangkaian acara telah rampung, dan kegiatan workshop ini ditutup secara resmi oleh Kepala Sub Bagian TU, Aliyansah, M.Pd, dalam arahannya sebelum menutup acara, beliau menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang sangat antusias mengikuti pemaparan materi. Selanjutnya Aliyansah juga berpesan kepada Guru yang memiliki peran besar agar siswa tetap memiliki motivasi dan perhatian dalam belajar serta aktif dalam belajar, sehingga dia dapat memanfaatkan lingkungan itu dengan semaksimal mungkin untuk merubah perilakunya, jelasnya. Lebih lanjut beliau menyampaikan, agar siswa terus memiliki perhatian dalam belajar, minimal ada 3 hal setiap guru harus mengimplementasikan dalam pembelajaran, yaitu Guru harus mampu menampilkan sesuatu yang baru bagi siswa, kedua mampu menggunakan media yang bisa diterima oleh siswa dan yang ketiga menggunakan beberapa metode yang bervariasi, pungkasnya. (MD/skw).