Aku dan Hidupku (Galatia 2:20)

14
Des 2023
Kategori : Artikel
Penulis : humas
Dilihat :341x

Oleh: Liu Siang Ha, S.Th*

Galatia 2:20  “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku”. Hidup orang percaya adalah Mati untuk hidup. Mati yang dimaksud adalah mematikan kedagingan. Galatia 5:19-21 ”Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.

Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu seperti yang telah kubuat dahulu  bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Aku hidup, tetapi bukan lagi melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Adalah  mematikan kedagingan dan  itu tidak gampang, terkadang rasanya tidak enak, kebanyakan orang ingin meninggikan diri, ingin dipuji, ingin menikmati kesenangan duniawi.

Ada istilah yang sering kita dengar ..”aku aku, kau kau urus hidup masing-masing”. Istilah ini tepat kalau dikaitkan dengan setiap orang bertanggung jawab atas hidup masing-masing. Tapi sangat tidak tepat kalau dipakai untuk menolak ajaran Firman Tuhan. Rasul Paulus menasehati Jemaat Galatia dengan cara yang unik, Paulus Mulai dengan memperlihatkan  hidup pribadi dan bagaimana prinsip hidupnya.

Yang Paulus ajarkan:

  1. Kristus yang hidup dalam aku.

Rasul Paulus bilang dulu ia  hidup taat taurat. Tapi sekarang dalam hidupnya ada Kristus  apa tandanya orang yang dalam hidupnya ada Kristus. Orang percaya tidak hanya mengaku dengan mulut dan pikirannya bahwa Yesus itu Tuhan, tetapi juga mempersilahkan Yesus untuk masuk kedalam hati dan menguasai hidupnya. Apa tandanya orang yang dalam hidupnya ada Kristus? Alkitab ajarkan banyak hal hidup baru diantaranya: Tidak suam-suam kuku, tidak jadi baru sandungan, tidak toleransi dengan dosa. Sudahkah benar-benar kita buktikan dalam idup kita ada Kristus.

  1. Hidup oleh iman

Orang yang hidup oleh iman menyadari betapa baiknya Tuhan. Tuhan yang terbaik baginya. Karena itu harus:

– Punya integritas

Pribadi yang berintegritas adalah mereka yang memiliki keselarasan dalam pikiran, perasaan, perbuatan, serta perkataannya. Hidup berintegritas tercermin dari sikap sehari-harinya, entah saat  berada di tempat umum maupun saat sendirian. Tokoh Kristen berkata ketika seseorang memiliki  karakter integritas, maka dalam  dirinya tidak ada kemunafikan; dia dapat bertanggung jawab secara personal, bahkan motivasinya murni dalam mengikuti Tuhan.

– Punya konsisten Anak

Tuhan jaga identitasnya, jangan ganti-ganti warna hidup, jangan jadi bunglon. Ketika di Gereja tampak saleh, ketika di pasar kasar, di rumah dominan, seharusnya dimana pun tetap sama.

–  Mau taat

Firman Tuhan berkata bahwa orang yang hanya sekadar tahu, tetapi tidak taat kepada Firman Tuhan  adalah orang bodoh. Dan orang yang taat melakukan firman adalah orang bijak. Membaca firman Tuhan setiap hari dengan rutin, tapi tidak sekadar membaca, karena kalau hanya membaca tidak akan membuat kita menjadi murid yang menghidupi firman Tuhan. Kita perlu merenungkannya dengan pimpinan Roh Kudus. Saat firman Tuhan hidup di dalam hati dan pikiran kita, maka hidup kita akan mencerminkan ada Kristus dalam hidup kita.

Saat kita memberikan hidup kita kepada Tuhan, kita memilih untuk menyerahkan rencana kita, keinginan kita, dan talenta kita. Semua itu mungkin sulit. Tapi kalau ada Kristus di dalam kita dan dengan dasar yang mengasihi Tuhan maka kita bisa.

*Penulis adalah Penyuluh agama Kristen Kankemenag Singkawang