Bimbingan Kesehatan Jemaah Haji Kota Singkawang Tahun 1445 Hijriah / 2024 Masehi

18
Jan 2024
Kategori : Berita
Penulis : humas
Dilihat :147x

Singkawang. Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang menggelar Kegiatan Bimbingan Kesehatan Jemaah Haji Kota Singkawang Tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi melalui Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) bersama Tim Pelayanan dan Pembinaan Kesehatan Jemaah Haji Reguler Kota Singkawang dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes & KB) Kota Singkawang yang dilaksanakan di Op Room Kantor Kemenag Kota Singkawang, Kamis (18/01/2024).

Dalam sambutan kegiatan tersebut yang dibuka secara resmi oleh Penyelenggara Haji dan Umroh, Drs. H. Marhola mewakili Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang, menyampaikan bahwa Tahun ini, memenuhi syarat Istithaah Kesehatan menjadi salah satu persyaratan bagi jemaah yang masuk alokasi kuota keberangkatan untuk melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Hal ini sebagaimana diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 83 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembayaran Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji Reguler Tahun 1445 H/2024 M, dan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/2118/2023 tentang Standar Teknis Pemeriksaan Kesehatan Dalam Rangka Penetapan Status Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, terangnya. Pelunasan Bipih 1445 H/2024 M tahap pertama dibuka dari 10 Januari sampai 12 Februari 2024. Tahap pertama ini diperuntukkan bagi: a) jemaah haji masuk alokasi kuota keberangkatan pada musim haji tahun berjalan; b) prioritas jemaah haji reguler lanjut usia; dan c) jemaah haji reguler cadangan. Untuk itu bagi Jemaah yang termasuk dalam keberangkatan tahun 2024 ini, Marhola menghimbau untuk sedini mungkin mulai menjaga pola makan dan berolahraga agar dapat menjaga kesehatan dalam pelaksanaan Ibadah Haji nanti, tandasnya.

Selanjutnya Kegiatan Bimbingan Kesehatan Jemaah Haji di pandu langsung oleh Kabid P2P Dinkes dan KB Kota Singkawang, Mursalin, SKM, MKM, menurutnya Tim Pelayanan dan Pembinaan Kesehatan Jemaah Haji akan menerapkan istithaah kesehatan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji atau perubahannya. Selain itu, Tim Pelayanan dan Pembinaan Kesehatan juga akan melakukan pemeriksaan lain yang meliputi kesehatan jiwa, kognitif, dan kesehatan activity daily living (ADL), jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, istithaah kesehatan akan menjadi perhatian bersama, jemaah yang dalam proses pemeriksaan kesehatan mendapat penilaian tidak memenuhi syarat istithaah pada tahun ini, dia bisa mengundurkan  keberangkatannya pada tahun depan, sebab, kondisi kesehatan jemaah tiap tahun berbeda-beda, ujarnya. Kemudian dilanjutkan sosialisasi pembahasan tentang macam-macam tahap pemeriksaan kesehatan bagi Jemaah Haji. (MD/skw).