Menikmati Hidup (Pengkhotbah, 5:17)

20
Feb 2024
Kategori : Artikel
Penulis : humas
Dilihat :285x

Oleh : Liu Siang Ha, S.Th*

Pengkhotbah 5:17 ” Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya.”

Tema Firman Tuhan menikmati hidup, kita masih dalam suasana tahun baru imlek 2575. Perayaan tahun baru imlek dari tgl 10 sampai dengan 24 Februari 2024 atau sampai cap go meh. Tentu suasana  tahun baru masih terasa, sukacita masih kita nikmati sampai hari ini  dan kita berharap sukacita ini berlanjut sampai sepanjang hidup kita. Menikmati hidup seringkali identik dengan berbagai cara yang menyenangkan misalnya piknik, tamasya, healing, jalan-jalan ke Mall, mungkin dengan memasak makanan yang enak. Atau mungkin dengan relaksasi pergi  pijat, spa dan semacamnya. Dan itu adalah cara orang menikmati hidup, tetapi bagaimana Alkitab mengatakan  nikmati hidup mari kita baca Firman Tuhan dari Pengkhotbah 5:17

Bagaimana  menikmati hidup :

1.Bisa makan dan minum

Artinya kita bersyukur kita masih bisa punya makanan untuk  kita nikmati, kita bersyukur kita punya kemampuan untuk  makan dan minum, ada juga orang terbatas, makan minum harus pakai selang. Kita nikmati hidup kita dengan menikmati berkat-berkat  Tuhan. Bahkan untuk sekarang  ini kita sering melihat  anak-anak saking kecanduan hp sampai tidak minat makan dan minum. Padahal makan dan minum adalah cara Tuhan memberkati kita,  Ibu-ibu kalau H-1 Perayaan tahun baru imlek, bikin masakan yang paling enak dan masak lebih untuk sekalian jamu saudara, puji Tuhan ini salah satu cara menikmati hidup. Sebagai orang percaya  kita wajib bersyukur untuk makanan dan minuman yang bisa kita nikmati. Dan kita masih bisa makan dengan baik.

  1. Bersenang-senang dalam usaha.

Bersenang-senang dalam usaha artinya menikmati pekerjaan kita dengan sebaik mungkin, ada yang bilang saya tidak cocok dengan perkerjaan ini saya tidak pantes kerja ini, saya tidak bisa melakukan ini dan itu, tetapi kita harus belajar dari Firman Tuhan orang yang mampu menikmati hidup adalah mampu bersenang-senang dalam pekerjaannya. Tuntutan pekerjaan akhir-akhirnya ini semakin sulit, serba aplikasi serba tuntutan waktu dengan bayaran-bayaran yang  variatif. kita harus mampu menikmati dengan senang hati. Orang yang menikmati pekerjaannya adalah orang yang diberkati melalui apa yang dia kerjakan.

  1. Berjerih payah dalam usia kita yang pendek atau umur kita yang pendek.

Hidup  yang dikaruniakan Allah itu hanya bernilai dan bisa dinikmati kalau kita melakukan jerih payah, bekerja dan berkeringat. Berjerih payah juga berarti  untuk  dapat sesuatu yang besar perlu upaya yang besar. Usaha tidak mengkhianati hasil, orang yangg sedikit usaha sedikit hasil. Orang yang berusaha dengan  keras akan dapat hasil yang sebanyak-banyaknya. Maka  ada pepatah orang Tionghoa yang mengatakan jangan bangun siang, takut berkat dipatok ayam, jadi berupaya sebaik mungkin, bekerja maksimal dengan apa yang kita punya. Ada juga pepatah mengatakan lebih baik bersusah payah bekerja  daripada bersusah payah mencari kerja.

Setiap hari adalah hari yang istimewa. Setiap jam dan menit sangat berharga. Kita seharusnya menikmati pengalaman hidup setiap hari dengan gembira. Menikmati hidup bukan berarti kita hidup berfoya-foya dan sembrono, tetapi kita juga bertanggungjawab atas hidup kita. Tuhan tidak ingin kita hidup tanpa kesenangan. Kita biša menemukan kebahagiaan dan kesenangan di dunia yang diciptakan oleh Allah untuk kita nikmati. Bagaimana Kita menikmati hidup ; Bisa makan dan minum, Bersenang-senang dalam usaha, berjerih payah dalam usia kita yang pendek.

*Penulis adalah Penyuluh agama Kristen Kankemenag Kota Singkawang