Dialog Kerukunan Intern Umat Kristen : “Kita Harus Mampu Menghargai Perbedaan”

21
Feb 2024
Kategori : Berita
Penulis : humas
Dilihat :178x

Singkawang. Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang melalui Seksi Urusan Agama Kristen menggelar Kegiatan Dialog Kerukunan Intern Umat Kristen dan Pembinaan Moderasi Beragama Tahun 2024, bertempat di Op Room Kantor Kemenag Kota Singkawang, Rabu (21/02/2024).

Pelaksanaan Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Drs. H. Muhlis, M.Pd didampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Aliyansah, S.Pd.I, M.Pd yang membawahi Seksi Urusan Agama Kristen. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Kepala Seksi dan Penyelenggara di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang dan para peserta kegiatan yang terdiri dari Pengelola Gereja Kristen serta Penyuluh Agama Kristen.

Mengawali rangkaian kegiatan, Kasubag TU, Aliyansah selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini pada dasarnya merupakan pembinaan dan silaturahmi rutin tahunan bagi Pengelola Gereja Kristen bersama Kantor Kemenag Singkawang dengan tujuan untuk menguatkan kerukunan intern Umat Kristen dan pengelola Gereja dalam mengimplementasikan moderasi beragama untuk membina umat, ujarnya. Dalam kesempatan itu juga Kasubag TU diberikan waktu memberikan materi terkait Nilai-nilai Dasar Kementerian Agama seusai materi Moderasi Beragama dari Kakan Kemenag Kota Singkawang.

Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan kegiatan oleh Kakan Kemenag Kota Singkawang, Muhlis dalam sambutannya menyatakan, dialog kerukunan yang digelar ini merupakan ruang untuk menggabung kekuatan diantara elemen-elemen masyarakat Kristen. Kegiatan ini sebagai upaya berbagi pengetahuan dan berkomunikasi antar elemen diantara kita untuk duduk bersama dalam rangka kita satukan kekuatan agar terbentuk kerukunan secara intern, ujarnya. Terkait moderasi beragama, Muhlis menuturkan, sesungguhnya yang dimoderasi bukan agamanya tetapi cara beragama kita. Menurutnya, hakekat moderasi yang sesungguhnya memberi ruang untuk kita beragama sesuai dengan keyakinan kita masing-masing tanpa satupun menghalangi dan di sisi yang lain ruang kita terbuka untuk mereka untuk tumbuh, dan bukan berarti mencampur adukkan semua Agama, jadi kita harus mampu menghargai perbedaan,dan tidak berbicara dalam konteks keyakinan, jelasnya. Diakhir dari penyampaiannya, Muhlis  berharap agar dalam pelaksanaan dialog nanti hasilnya dicatat untuk disampaikan ke kami sebagai rekomendasi Kantor Kemenag nanti, pungkasnya.

Selanjutnya acara Dialog Kerukunan Intern Umat Kristen yang dipandu langung oleh Pdt. Jomson Damanik perwakilan dari FKUB dan Pdt. Agustinus, S.Th selaku Penyuluh Agama Kristen pada Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang. (MD/skw).