Carilah Tuhan (Mazmur, 105: 4-5)

29
Feb 2024
Kategori : Artikel
Penulis : humas
Dilihat :256x

Oleh: Liu Siang Ha, S.Th*

Kita sering  mendengar kata mencari atau bahkan sering melakukan kegiatan mencari. Mencari adalah upaya menemukan sesuatu yang: hilang, kita perlukan, kita ingin tahu,

kita mahu manfaatnya.

Mencari bukan hal yang mudah, bahkan bikin kesal, setelah lelah mencari tapi tidak ketemu juga. Kadang orang sampai melibatkan dukun  untuk mencari sesuatu. Mencari Tuhan tidak bisa disamakan dengan mencari sesuatu yang hilang.

Mencari Tuhan memiliki arti:

  1. Mendekat kepada Tuhan

Kehidupan  kita  tidak selamanya dalam kondisi yang baik. Dalam Hidup ini, kita menghadapi tantangan, bahaya  persoalan permasalahan. Namun di tengah situasi yang tidak menentu,kita jangan menjauh dari Tuhan,yang perlu kita lakukan adalah mendekat kepada Tuhan. Kita tidak dapat hidup jauh dari Tuhan.  Sebagai manusia, hidup kita penuh dengan kelemahan. Banyak orang terkadang merasa bosan   saat menjalani hidup ini, tetapi dekat dengan Tuhan akan mampu mengubah air menjadi anggur mampu mengubah semuanya jadi baik. Jangan mencari kepuasan dengan dunia ini, karena apa yang dunia berikan adalah kesia-sian. Hanya dengan mendekatkan diri kita kepada Tuhan, kita akan mendapatkan perlindungan; Dia akan melepaskan kita dari segala yang jahat.

  1. Andalkan Tuhan

Mengandalkan Tuhan bukan berarti meniadakan usaha, namun berusaha dengan cara pandang bahwa Tuhan  yang berdaulat. Apapun yang kita upayakan Tuhan yang menentukan hasilnya.

Jika diberi kesempatan memilih antara berkat atau kutuk, kita pasti memilih berkat. Tapi ingat, untuk mendapatkan berkat syarat selalu mengandalkan-Nya. Tuhan mau kita tidak mengulangi kesalahan umat Israel, yang hidup tidak beriman dan memberontak. Tuhan ingin kita tidak mengandalkan uang, jabatan, kepandaian, serta kekuatan yang kita sendiri. Kiranya kita  andalkan Tuhan Yesus di dalam seluruh aspek kehidupan kita. Selalu memulai aktivitas keseharian dengan berserah kepada-Nya di dalam doa, syukur, membaca Alkitab, dan merenungkannya serta bertindak berdasarkan petunjuk firman Tuhan.

  1. Meminta restu /perkenankan Tuhan.

Salah satu budaya manusia adalah meminta restu. Meminta restu orang tua adalah penting, apalagi meminta restu atau perkenanan Tuhan, sangat penting. Banyak orang percaya, tidak peduli Tuhan, apa yang ia rencanakan dan kerjakan tidak pernah melibatkan Tuhan. Baginya Tuhan itu sesuatu yang abstrak, semu, tidak konkrit, karena itu tidak perlu dilibatkan. Orang seperti ini mempertuhankan dirinya sendiri. Sebab dia bisa pastikan bahwa apa yang dipikirkan  akan terwujud, apa yang direncanakannya pasti berhasil. Kita harus sadar  kita hidup karena belas kasihan Tuhan. Kita hidup, bergerak, berencana dan bekerja itu karena Tuhan. Tuhan berdaulat  atas hidup seluruh manusia di dunia ini. Tidak ada satu pun di luar kendali Tuhan. Dia pribadi yang paling berkuasa dan Mahatahu.  Sebagai ciptaan- Nya kita harus menunjukkan rasa hormat dan tunduk pada- Nya.  Mohon restu Tuhan dalam setiap perencanaan hidup kita.  Perjalanan iman orang percaya adalah kehidupan yang  mencari   perkenanan Allah.

Tuhan menyediakan berkat bagi orang yang mencari Dia. Amsal  28:5  “Orang yang jahat tidak mengerti keadilan, tetapi orang yang mencariTuhan mengerti segala sesuatu”.

Mazmur 34:11b  orang-orang yang mencari Tuhan, tidak kekurangan sesuatu pun yang baik”

*Penulis adalah Penyuluh agama Kristen Kankemenag Kota Singkawang