In House Training Implementasi P5P2RA MAN Kota Singkawang

6
Mar 2024
Kategori : Berita
Penulis : humas
Dilihat :29x

Singkawang. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Singkawang menggelar  In House Training (IHT) Implementasi Projek Profil Penguatan Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (P5P2RA) bagi Guru MAN Kota Singkawang yang berlangsung selama dua hari dimulai pada hari Rabu 06 Maret dan berakhir Kamis 07 Maret 2024 bertempat di Aula PSBB MAN Kota Singkawang, Rabu (06/03/2024).

Kegiatan IHT P5P2RA ini dibuka secara resmi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Aliyansah, S.Pd.I, M.Pd yang di dihadiri oleh Pengawas Madrasah, Idawati, S.Pd, seluruh Kepala dan Wakil Kepala Madrasah Aliyah se-Kota Singkawang serta para peserta yakni seluruh Guru MAN Kota Singkawang.

Di awali dengan kata sambutan Kepala Madrasah MAN Kota Singkawang, Irwandi, M.Pd., dalam arahannya meminta agar semua Guru agar mengikuti kegiatan ini dengan serius, dan harapan bersama iyalah mendapatkan bekal untuk mengimplementasikan kegiatan P5P2RA dengan baik, ujar Irwandi.

Kasub Bag. TU, Aliyansah dalam kesempatan membuka acara memberikan sambutannya, Iya menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan level atau tingkatan Guru, yakni pada level pertama Guru yang hanya melaksanakan kewajibannya yakni mengajar, pada level kedua Guru yang memiliki target dalam mendidik dengan membuat perencanaan dalam bekerja, dan yang terakhir pada level ketiga Guru yang ikhlas dalam melaksanakan pekerjaannya, meniatkannya untuk ibadah sehingga ada rasa suka, bahagia dan cinta dalam bekerja, sehingga selalu ada inovasi dalam bekerja. Pada level inilah yang kita harapkan pada setiap Guru karena sesuai dengan motto Kemenag yakni “Ikhlas Beramal”, imbuhnya.

Lebih lanjut Aliansyah berpesan, jadilah guru profesional yang selalu siap berubah, karena perubahan tak bisa di protes, karena dunia memang berubah, tugas kita menjawab perubahan itu, yang harus di pikirkan bagaimana kita mengimplementasikan perubahan itu, pesannya.

Agar siap dalam menghadapi perubahan termasuk perubahan kurikulum bangunlah komunikasi yang berkesimabungan dibangun mulai dari diskusi antar Guru, Guru ke Kepala Madrasah lalu ke Pengawas dan Kasi Pendidikan lalu ke Kepala TU dan sampai kepada Kepala Kemenag, pungkasnya. (MD/skw).