Mengenal Yesus (Matius, 16: 21-28)

4
Apr 2024
Kategori : Artikel
Penulis : humas
Dilihat :287x

Oleh: Liu Siang Ha, S.Th*

Jika sebuah pertanyaan diberikan kepada kita, bisakah kita menjawab? Pertanyaan itu:

Sudahkah kamu mengenal Yesus?

Banyak orang tahu tentang Yesus, hapal cerita tentang Yesus. Tapi belum mengenal Yesus. Dari nats yang kita baca kita lihat kisah pertama kali Yesus menyatakan rencana misi pengorbana- Nya.

Yesus berkata bahwa dirinya harus ke Yerusalem, menderita, dianiaya, dibunuh dan bangkit pada hari ketiga. Simon Petrus menarik Yesus ke suatu tempat dan berkata hal-hal tidak akan menimpa Engkau. Yesus menjawab keras. ” Enyahlah iblis engkau batu sandungan bagi- Ku engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah melainkan pikiran manusia. Seringkali kita seperti Petrus. Jauh sebelum Petrus pernah ditanya oleh Yesus. Siapa  Aku ini? Petrus menjawab dalam Markus 8:29 Engkau adalah Mesias. Tetapi ketika Yesus sampaikan misi utama- Nya yaitu pengorbanan untuk keselamatan kita, Petrus katakan itu tidak akan menimpa Engkau. Artinya dalam diri Petrus:

  1. Dia lupa Yesus itu Mesias
  2. Petrus berfokus pada penderitaan aniaya dan pembunuhan Yesus sehingga lupa ada kebangkitan Yesus sebagai kemenangan.

Tuhan Yesus menegaskan bahwa Ia harus ikuti pikiran, rencana cara Allah. Ayat 24 Yesus berkata yang mau ikut Aku  mengenal Aku dengan benar harus:

  1. Menyangkal diri

Menyangkal diri adalah Tidak mementingkan diri sendiri, tidak ikuti hawa nafsu duniawi, tidak dikuasai dunia dan kedagingan.

Dasar penyangkalan diri adalah pemahaman keselamatan hanya berasal dari Tuhan, keselamatan  tidak bisa dilakukan dengan cara sendiri. Setelah diselamatkan, orang- orang percaya memahami bahwa Tuhan yang menjadi penguasa (tuan) di dalam kehidupan mereka. Oleh sebab itu, mereka tidak melakukan apa yang menjadi keinginan dirinya sendiri, tetapi keinginan Tuhan.

  1. Memikul salib

Pikul salib adalah penderitaan karena kebenaran. Matius 5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya karena kebenaran, sebab merekalah yang empunya Kerajaan sorga. Kebenaran membawa kita pada situasi tidak nyaman. Terasing dari kesenangan dunia, Tidak  bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai yang diinginkan.cemooh atau fitnah diejek dijauhi teman, adalah konsekuen dari sebagai orang percaya namun kita harus tetap menahan diri. Pikul salib Siap menanggung apapun konsekuen sebagai pengikut Yesus.

  1. Mengikut Aku (Yesus)

Menjadi pengikut Yesus bukan sekadar dibaptis atau setia melayani Tuhan di Gereja. Tetapi, mengikut Yesus harus siap kehilangan segala-galanya: keinginan diri, harta, dan bahkan nyawa! (baca: Luk. 9:24-25).

Menjadi pengikut Kristus itu tidaklah mudah, namun itu menyelamatkan. Sebab kita semua tidak selamanya tinggal di dunia ini.

Mengikut Yesus artinya taat melakukan firman Tuhan. “Jikalau kamu tetap dalam firman- Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.” (Yoh. 8:31). Saat kita taat melakukan firman-Nya kita sedang melangkah menuju seperti Yesus. Menjadi pengikut  Kristus adalah  memberi diri dituntun oleh Roh Kudus, serta taat melaksanakan setiap ajaran-Nya.

Mengenal Yesus = mengikut Yesus. Ikut Yesus tidak sia-sia(ayat 25) siapa yang bisa menyangkal diri, pukul salib, ikut Yesus akan memperoleh nyawanya/ keselamatannya.

Yohanes 8:12  Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

*Penulis adalah Penyuluh agama Kristen Kankemenag Kota Singkawang