Pembinaan Siswa Katolik Tingkat Sekolah Dasar, Pesan Muhlis : Wujudkan Budaya Saling Menghargai atau Toleransi Melalui Moderasi Beragama

23
Apr 2024
Kategori : Berita
Penulis : humas
Dilihat :34x

Singkawang (Kemenag) – Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Siswa Katolik Tingkat Sekolah Dasar se-Kota Singkawang Tahun 2024 bertempat di Aula Resto Kampung Batu Singkawang, yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang, Drs. H. Muhlis, S.Pd.I., M.Pd., pada hari Selasa (23/04/2024).

Tampak hadir dalam kegiatan pembinaan tersebut Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Aliyansah, S.Pd.I., M.Pd., Kasi Bimas Islam, Bulyamin Hadimin, S.HI., Penyelenggara Pendidikan Buddha, Tjia Khong Min, S.Ag., Penyelenggara Katolik, Elisabet Eli Yohanis, S.Pd., selaku Ketua Panitia Pelaksana dan beserta Staf serta Guru Pendamping dan Peserta kegiatan yaitu Siswa/i perwakilan dari 10 Sekolah Dasar se-Kota Singkawang serta 3 orang narasumber.

Penyelenggara Katolik, Elisabet eli Yohanis dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan diadakannya kegiatan pembinaan ini adalah sebagai wujud perhatian kami kepada siswa/i Katolik yang bersekolah di Sekolah umum agar mereka mendapatkan pendidikan dan bimbingan rohani yang berkelanjutan dan bermuatan moderasi beragama, ujarnya. Adapun peserta kegiatan pembinaan siswa ini berjumlah 100 orang perwakilan dari 10 SD yang ada di Kota Singkawang dengan rincian jumlah siswa laki-laki sebanyak 39 orang dan siswi perempuan sebanyak 61 orang. Pelaksanaan kegiatan pembinaan siswa ini dilaksanakan dalam 1 hari (Paket Halfday) melalui pembiayaan dari DIPA Penyelenggara Katolik Kemenag Kota Singkawang Tahun Anggaran 2024, dengan mengangkat Tema ; “Membina Semangat Moderasi Beragama Dalam Terang Roh Kudus Bagi Peserta Didik Katolik Tingkat Dasar”, dan menghadirkan 3 narasumber yang berkompeten dibidangnya, pungkasnya.

Sementara itu Kakan Kemenag, Muhlis saat membuka acara pembinaan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama ini sangat penting karena membantu anak-anak memahami arti dari moderasi beragama, mengerti nilai-nilai yang ada dalam moderasi beragama sehingga anak-anak mampu menerapkan nilai-nilai moderasi tersebut di sekolahnya, dengan demikian akan terwujud budaya saling menghargai atau toleransi diantara anak-anak pada sekolah masing-masing dan akhirnya pada masyarakat, masing-masing, tutur Muhlis. Dengan adanya toleransi dalam masyarakat maka akan terwujud kedamaian dan kerukunan antar umat beragama khususnya Kota Singkawang yang notabene telah meraih predikat Kota Tertoleran nomer 1 se-Indonesia sebanyak 3 kali beturut-turut, lanjutnya.

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh 3 narasumber yang dihadirkan oleh panitia pelakasana diantaranya, Frater Dominikus Irpan menyampaikan materi tentang  Menjadi Remaja Katolik Yang Cerdas, Tangguh, dan Misiuner di Era Digitalisasi, dilanjutkan oleh Aji Prayoga Marthan, M.Psi., materi tentang Psikologi Perkembangan Remaja Dalam Tantangan Gaya Hidup Masa Kini, kemudian Kristiani Murty, S.Ag materi tentang Mengenal, Mencintai, dan Melayani Tuhan (MD/skw)