
Singkawang (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang, H. Muhlis, secara resmi membuka pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Singkawang Tahun 2025, Selasa (09/09/2025). Kegiatan yang berlangsung di Operation Room Kantor Kemenag ini didampingi langsung oleh Kasi Pendidikan Islam, Hj. Rohmawati.
OMI tingkat Kota Singkawang digelar selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 September 2025, denganjumlah peserta mencapai 253 siswa dari berbagai jenjang madrasah. Pada hari pertama, sebanyak 105 siswa dari Madrasah Aliyah (MA) mengikuti kompetisi pada mata pelajaran Matematika, Geografi, Fisika, Ekonomi, Biologi, dan Kimia yang dibagi dalam empat sesi. Selanjutnya, pada 10 September giliran jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) dengan 54 siswa mengikuti mata pelajaran IPAS danMatematika. Sementara pada 11 September, 94 siswa dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) berkompetisipada mata pelajaran Matematika, IPA, dan IPS.
Dalam sambutannya, H. Muhlis memberikan motivasi penuh kepada seluruh peserta. Ia menegaskanbahwa OMI bukan hanya tentang meraih kemenangan, melainkan tentang proses belajar, pengalaman, serta sportivitas dalam berkompetisi. “Anak-anak sudah mempersiapkan diri dengan baik. Ikuti lombaini dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Jika nanti lolos ke tingkat provinsi atau bahkannasional, itu bonus. Yang terpenting adalah pengalaman berharga dan semangat berpartisipasi,”pesannya.
Ia juga menambahkan bahwa OMI merupakan penggabungan dari ajang Mayres dan KSM yang sebelumnya terpisah, sehingga kompetisi ini menjadi wadah yang lebih besar dan komprehensif. “Alhamdulillah, di Singkawang semua jenjang madrasah ikut berpartisipasi. Mulai dari MA, MTs, hingga MI. Semoga banyak peserta yang bisa melanjutkan ke tingkat provinsi, bahkan nasional,”tambahnya.
Sementara itu, Kasi Pendis Hj. Rohmawati menyampaikan apresiasi kepada seluruh lembagapendidikan madrasah yang telah mengirimkan peserta sesuai kuota. “Setiap lembaga mengirim tigapeserta untuk setiap mata pelajaran. Total ada 253 siswa dari 28 madrasah, jumlah ini termasuk yang terbanyak setelah Kabupaten Mempawah. Terima kasih kepada para pimpinan madrasah yang telahmendukung dan memberi kesempatan bagi siswanya,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa semua peserta adalah juara karena mereka merupakan perwakilan terbaikdari masing-masing madrasah. “Selamat bertanding dengan semangat. Mudah-mudahan hasil terbaikdiraih, tapi yang terpenting mereka semua sudah membuktikan kontribusi untuk memajukanmadrasah,” pungkasnya.
Olimpiade Madrasah Indonesia di Singkawang ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang adukemampuan akademik, tetapi juga wadah membangun rasa percaya diri, kebersamaan, serta semangatberprestasi bagi seluruh siswa madrasah. (Rohma/skw)