
Singkawang (Kemenag) – Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Buddha (PAB) tingkat SD bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Workshop Administrasi Pembelajaran di SDN 22 Singkawang, Kamis (16/01). Acara ini diikuti oleh 29 Guru PAB dari berbagai sekolah dasar di Kota Singkawang.
Hadir sebagai narasumber Abdul Basith, yang membawakan materi tentang administrasi pembelajaran. Dalam sesi pembukaan, Penyelenggara PAB Singkawang, Supiro, menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan para guru terkait pengelolaan administrasi pembelajaran yang efektif.
“Kegiatan ini sangat penting untuk mendukung profesionalisme guru, terutama dalam hal administrasi pembelajaran yang menjadi bagian esensial dalam proses pendidikan. Dengan pemahaman yang baik, guru dapat memberikan layanan terbaik kepada peserta didik,” ujar Supiro dalam sambutannya.
Selain itu, Supiro juga memberikan informasi terbaru mengenai perbaikan data SIAGA bagi Guru Agama Buddha, sebagai upaya memperkuat basis data pendidikan agama. Ia menambahkan bahwa terdapat empat guru PAB yang telah mendaftar sebagai peserta seleksi PPPK, seraya mengingatkan guru baru untuk segera menyerahkan kelengkapan data kepada pihaknya guna pendataan lebih lanjut.
Plt. Kepala SDN 22 Singkawang, Erni Eriyanti, selaku tuan rumah, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan workshop di sekolahnya. “Kami merasa terhormat menjadi bagian dari kegiatan yang berdampak positif ini. Semoga ruang yang kami sediakan memberikan kenyamanan sehingga pelaksanaan workshop berjalan lancar,” ungkapnya.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Abdul Basith. Ia memaparkan pentingnya pengelolaan administrasi pembelajaran yang rapi dan terstruktur, mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran. Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berlatih langsung menyusun administrasi pembelajaran sesuai dengan pedoman yang telah diberikan.
Para peserta mengaku antusias dan merasa mendapatkan banyak ilmu baru. Workshop ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi para guru, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di kelas. Dengan administrasi yang baik, guru dapat menciptakan suasana belajar yang lebih terarah dan menyenangkan bagi peserta didik. (Tri/skw)