
Singkawang (Kemenag) – Madrasah Ibtidaiyah Unggulan (MIU) Ushuluddin Singkawang kembali menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dengan penuh khidmat. Acara yang rutin diadakan setiap tahunnya ini menghadirkan Ustadz M. Amin Mukhtar dari Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag sebagai pemateri utama, mengusung tema “Isra’ Mi`raj sebagai Pondasi Spiritual Bangsa Menuju Indonesia Maju,” Rabu (05/02/2025).
Kegiatan diawali dengan shalat dhuha berjamaah dan pembacaan Asmaul Husna pada pukul 07.30 hingga 09.15 WIB. Sebanyak 782 siswa dari kelas 1 hingga 6, serta seluruh dewan muta’allimin dan muta’allimat MIU Ushuluddin, turut serta dalam acara ini. Suasana religius semakin terasa dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang mengawali jalannya acara, dipandu oleh siswa-siswi MIU sendiri.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Hj. Masruraini menyampaikan pesan mendalam kepada para siswa untuk mengikuti ceramah dengan penuh perhatian dan tertib. Ia menekankan bahwa Isra’ Mi’raj adalah momen penting dalam sejarah Islam yang menegaskan kewajiban shalat lima waktu. “Saya berharap anak-anak semua dapat mengambil hikmah dari peringatan Isra’ Mi’raj ini, agar semakin rajin dan disiplin dalam shalat. Sebab, shalat adalah perintah langsung dari Allah melalui Rasulullah dalam perjalanan agung ini. Semoga kalian semua tumbuh menjadi anak yang saleh dan salehah,” ungkapnya penuh harap. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ustadz M. Amin Mukhtar yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan tausiah meskipun memiliki kesibukan di kantor.
Dalam ceramahnya, Ustadz M. Amin Mukhtar menjelaskan secara mendalam makna Isra’ Mi’raj sebagai salah satu mukjizat terbesar Rasulullah. Ia mengisahkan bagaimana perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha menjadi bukti kekuasaan Allah.
Beliau juga mengingatkan bahwa Isra’ Mi’raj terjadi pada tahun penuh kesedihan bagi Rasulullah, setelah wafatnya istri tercinta, Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib. Dalam perjalanan tersebut, Nabi diperlihatkan kebesaran Allah, bertemu dengan para nabi terdahulu, serta menerima perintah shalat lima waktu sebagai ibadah utama bagi umat Islam.
Ustadz M. Amin Mukhtar menggambarkan beberapa perumpamaan yang disaksikan Rasulullah dalam perjalanan tersebut. Salah satunya adalah gambaran orang-orang yang menanam dan langsung menuai hasilnya, yang dijelaskan oleh Malaikat Jibril sebagai perumpamaan bagi umat Islam yang berjihad di jalan Allah serta berinfaq dengan ikhlas.
Sebaliknya, ia juga mengisahkan perumpamaan mengerikan bagi mereka yang lalai dalam shalat. Rasulullah melihat orang-orang yang kepalanya dipecahkan dengan palu besar dari api neraka, lalu kembali utuh dan dihancurkan lagi berulang kali. Ternyata, mereka adalah orang-orang yang merasa berat untuk sujud kepada Allah dalam melaksanakan shalat.
Sebagai penutup, Ustadz M. Amin Mukhtar mengutip hadits dari HR. Thabrani yang menegaskan bahwa shalat merupakan tolok ukur dari seluruh amal ibadah seorang hamba. “Jika shalat seseorang baik, maka seluruh amal ibadahnya juga baik. Namun, jika shalatnya rusak, maka rusaklah semua amal ibadahnya,” tegasnya.
Melalui ceramah yang penuh hikmah ini, seluruh peserta diingatkan kembali akan pentingnya menjaga shalat lima waktu sebagai kewajiban utama dalam Islam. Semoga peringatan Isra’ Mi’raj ini semakin memperkuat keimanan dan kedisiplinan para siswa dalam menjalankan ibadah. (Amin/skw)