
Singkawang (Kemenag) – Program inovatif Bimbingan Rohani Rumah Sakit (BIRO RASA) yang diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang terus menunjukkan eksistensinya sebagai bentuk layanan keagamaan yang humanis dan penuh empati. Setelah sebelumnya hadir di RSUD Abdul Aziz, kini program unggulan tersebut resmi menjalin kerja sama dengan RSU Sa’adah, memperluas jangkauan manfaatnya bagi masyarakat.
Pada Kamis (08/05), tiga penyuluh agama Islam yaitu H. Abdul Halim, Wasilah Amini, dan Hanisah menjalankan tugasnya sebagai rohaniawan di RSU Sa’adah. Dalam pelayanannya, mereka memberikan bimbingan rohani kepada delapan pasien yang sedang menjalani perawatan, termasuk empat pasien anak-anak, serta kepada keluarga pasien yang setia mendampingi di ruang perawatan.
Kehadiran para penyuluh ini membawa suasana yang berbeda di tengah hiruk-pikuk dunia medis. Dengan kelembutan tutur kata, mereka menyampaikan doa-doa penguat, nasihat keimanan, serta motivasi spiritual yang membangun optimisme dan ketenangan batin. Bagi pasien anak-anak, bimbingan dilakukan dengan pendekatan yang penuh kasih dan empati, memberikan semangat agar mereka tetap kuat menghadapi proses pengobatan.
Salah satu keluarga pasien menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kehadiran para rohaniawan. “Kami sangat tersentuh. Kadang saat di rumah sakit, yang dibutuhkan bukan hanya obat, tapi juga doa dan penguatan hati. Terima kasih kepada Kemenag Singkawang yang telah menghadirkan layanan ini,” ujar salah satu orang tua pasien anak.
Program BIRO RASA ini merupakan bentuk nyata komitmen Kemenag Singkawang dalam menyentuh aspek spiritual masyarakat secara langsung di ruang-ruang pelayanan publik. Lebih dari sekadar program seremonial, kehadiran para penyuluh menjadi simbol kepedulian dan perhatian negara terhadap kesejahteraan batin masyarakat.
Hanisah salah satu penyuluh yang bertugas, menyampaikan bahwa BIRO RASA akan terus dikembangkan dan diperluas. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pasien, di mana pun berada, mendapatkan bimbingan rohani sebagai bagian dari layanan holistik fisik dan spiritual. Ini adalah wujud hadirnya negara melalui Kemenag di tengah masyarakat”, ungkapnya. (Hanisah/skw)