
Singkawang (Kemenag) – Dalam upaya memperkuat pondasi keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang menggelar kegiatan Pembinaan Keluarga Kristiani se-Kota Singkawang, pada hari Kamis (22/5), bertempat di Operation Room Kemenag Singkawang.
Mengusung tema “Keluarga Sehat, Gereja Kuat”, kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang, H. Muhlis, dan dihadiri oleh 40 peserta yang merupakan pasangan suami istri Hamba Tuhan dari lima kecamatan. Turut hadir pula Kasubbag Tata Usaha, Aliyansah, staf Bimas Kristen, serta narasumber inspiratif, Pdt. Billy Manueke.
Dalam laporan pembukaan, Aliyansah menekankan bahwa pembinaan keluarga adalah bagian dari tugas pokok Kementerian Agama dalam membina umat agar hidup rukun dan harmonis. “Meski dalam keterbatasan anggaran, kegiatan ini tetap dilaksanakan karena urgensinya dalam membangun keluarga yang kuat dan sejahtera,” ungkapnya. Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi media silaturahmi yang mempererat persaudaraan dan meningkatkan pemahaman keagamaan secara damai.
Sementara itu, H. Muhlis dalam sambutan sekaligus penyampaian materi pertamanya menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal, tetapi sebuah komitmen penuh kasih yang dilandasi rasa tanggung jawab serta kesediaan menerima kelebihan dan kekurangan pasangan. “Keluarga yang harmonis adalah pondasi dari masyarakat yang sejahtera. Komunikasi yang baik, saling menghargai, dan menjaga kehangatan dalam keluarga adalah kunci,” ujarnya.
Ia juga menyinggung tantangan keluarga di era digital saat ini, di mana pergeseran budaya komunikasi berpotensi menjauhkan nilai-nilai kebersamaan. “Kalau dulu pertemuan terjadi di Gereja, kini banyak yang dimulai dari media sosial. Karena itu, penting bagi kita sebagai pemangku kepentingan keagamaan untuk terus memberikan pemahaman tentang membangun keluarga yang diridai Tuhan,” tegasnya.
Suasana pembinaan semakin hangat saat Pdt. Billy Manueke menyampaikan materi utama yang mengupas tuntas tentang makna “Keluarga Sehat, Gereja Kuat.” Dengan gaya penyampaian yang penuh semangat, beliau berhasil membangkitkan motivasi peserta untuk menjadi agen perdamaian dan kasih dalam keluarganya masing-masing. Didampingi moderator yang energik, I Putu Yayan Charles, sesi ini menjadi inspirasi tersendiri bagi seluruh peserta.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran aktif Kementerian Agama dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membangun komunitas umat yang kokoh. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh dari pembinaan ini dapat diteruskan kepada umat, sehingga tercipta keluarga-keluarga yang damai, harmonis, dan diberkati oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. (MD/skw)