
Singkawang (Kemenag) – Di balik tembok dan jeruji besi, cahaya harapan terus disemai. Penyuluh Agama Katolik dari Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, kembali menjalankan misi kemanusiaan dan rohani dengan mendampingi warga binaan di Lapas Singkawang, Rabu pagi (18/06), pukul 09.30–11.30 WIB.
Dalam kunjungan tersebut, tim penyuluh bersama seorang Romo memimpin Perayaan Ekaristi sebuah momen sakral yang rutin dilaksanakan sebagai bagian dari pelayanan rohani dan peneguhan iman bagi para warga binaan.
Suasana hening namun penuh haru menyelimuti ruang ibadah saat Romo dalam khotbahnya menyampaikan renungan dari Injil Yohanes 14:23. Ia mengangkat pesan mendalam tentang “menabur” sebuah simbol kehidupan yang penuh makna.
“Setiap dari kita dipanggil untuk menabur kebaikan, meskipun dalam situasi tersulit sekalipun. Karena siapa yang menabur kebaikan, ia akan menuai kasih, pengampunan, dan pemulihan,” tutur Romo dengan suara penuh kelembutan.
Romo juga mengajak warga binaan untuk tidak menyerah pada masa lalu, melainkan menjadikannya sebagai pelajaran dan pijakan menuju hidup baru yang lebih baik. “Tuhan tidak melihat masa lalu kita, tetapi hati kita hari ini. Mari kita berlomba-lomba menabur kebaikan, dimulai dari pikiran, kata, dan tindakan sehari-hari,” ajaknya.
Pesan tersebut menjadi oase bagi para warga binaan, yang dalam diamnya menyimak dengan penuh perhatian. Bagi mereka, perayaan Ekaristi bukan sekadar ritual, tapi jalan pembebasan batin sebuah momen untuk merenung, bertobat, dan menata kembali arah hidup.
Program pendampingan rohani ini merupakan agenda rutin dari para Penyuluh Agama Katolik Kemenag Singkawang, yang berkomitmen menghadirkan pelayanan lintas ruang hingga ke lembaga pemasyarakatan. Dalam keheningan dan kesederhanaan, mereka menanam benih harapan, menguatkan iman, dan membuka jalan bagi proses pertobatan sejati.
Karena di balik tembok tinggi itu, masih ada jiwa-jiwa yang rindu dikuatkan dan layak mendapat kesempatan kedua. (Adriana/skw)