
Singkawang (Kemenag) – Nuansa haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Gedung Terpadu Ma’hadi Center (TCM) KH. Bujang Rasnie, Pondok Pesantren Pembangunan Ushuluddin, saat Raudhatul Athfal (RA) Fajar Harapan menggelar acara pelepasan 76 santri dan santriwatinya. Acara berlangsung khidmat dan meriah, menjadi penanda akhir perjalanan pendidikan usia dini sekaligus awal langkah menuju jenjang berikutnya, pada hari Kamis (19/06/2025)
Kegiatan ini dihadiri oleh Pengawas Madrasah Andi mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, didampingi oleh sesama pengawas, Hj. Idawati. Turut hadir Pimpinan Pontren, KH. Bujang Rasnie, beserta istri, jajaran guru RA Fajar Harapan, serta para orang tua yang tampak antusias dan penuh haru.
Dalam sambutannya, Andi mengapresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan yang penuh makna ini. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan masa belajar di RA Fajar Harapan, serta mengakui dedikasi mereka dalam mengikuti proses pendidikan.
“Ini adalah langkah awal yang penting dalam membangun karakter anak-anak kita. Terima kasih kepada para guru atas pengabdiannya yang luar biasa, dan kepada para orang tua atas dukungan serta sinerginya bersama lembaga,” ujar Andi penuh bangga.
Sementara itu, Hj. Idawati dalam sambutannya juga menyampaikan penghargaan kepada yayasan, kepala RA, dan seluruh pendidik yang telah menjadi “pejuang madrasah” dalam membentuk generasi yang cerdas secara spiritual dan intelektual.
“Jangan pernah anggap kecil peran pendidikan usia dini. Justru di sinilah pondasi itu dibangun. Kami harap nilai-nilai keagamaan dan kedisiplinan yang ditanamkan di RA ini akan menjadi bekal yang kokoh bagi anak-anak di jenjang pendidikan selanjutnya dan dalam kehidupan bermasyarakat,” pesannya menutup sambutan.
Acara pelepasan santri dan santriwati ini bukan hanya seremoni, tetapi menjadi simbol keberhasilan bersama antara lembaga, orang tua, dan negara dalam mencetak generasi unggul yang beriman dan berkarakter. RA Fajar Harapan telah membuktikan bahwa pendidikan usia dini adalah titik awal yang sangat menentukan arah masa depan anak bangsa. (Andy/skw)