
Singkawang (Kemenag) – Rabu malam (16/07), suasana hangat penuh keberkahan menyelimutiMasjid Miftahul Yaqin, Kelurahan Jawa, Singkawang Tengah. Masjid yang tengah menjalani renovasiini menjadi titik pelaksanaan program unggulan Kantor Kementerian Agama Kota Singkawangbertajuk Smailing atau Safari Magrib dan Isya Keliling.
Program yang dirancang untuk menjalin kedekatan antara Kemenag dengan masyarakat ini dihadirioleh berbagai unsur: jajaran Kantor Kemenag Singkawang, para kepala madrasah negeri, guru-guru, penyuluh Agama Islam, hingga pengurus masjid dan jamaah setempat. Kehadiran mereka menjadibukti nyata semangat kolaborasi dan penguatan ukhuwah di tengah masyarakat majemuk Kota Singkawang.
Mewakili Kepala Kantor Kemenag Singkawang, Kepala KUA Singkawang Tengah, Reno Hidayat, menegaskan bahwa Smailing merupakan program yang sarat dengan nilai strategis. “Program ini bukanhanya tentang tausiyah, tapi juga menjadi ruang dialog antara Kemenag dengan masyarakat. Di sinikita sampaikan informasi dan arah kebijakan Kemenag, termasuk delapan program prioritas nasionalyang salah satunya adalah penguatan moderasi beragama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Reno menyampaikan bahwa moderasi beragama bukan sekadar jargon, melainkankomitmen nyata untuk terus merawat kerukunan, mempererat rasa kemanusiaan, dan menjaga harmonidi tengah keberagaman. Ia juga menyampaikan rencana kegiatan “Ngaji Budaya” yang akan digelarkeesokan harinya, dengan melibatkan ratusan peserta lintas komunitas. “Kita belajar mengenal budayalokal, nasional, hingga internasional. Harapannya, ini mampu memperkuat rasa saling menghargai danhidup berdampingan secara damai,” tambahnya.
Ketua Masjid Miftahul Yaqin dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih mendalam ataskunjungan rombongan Smailing. Ia merasa bersyukur masjid yang sedang dalam tahap pembangunanini tetap dilibatkan dalam program keumatan. “Kami merasa terhormat atas kehadiran rombonganKemenag, meski kondisi masjid kami masih dalam proses renovasi. Doakan semoga pembangunan inisegera rampung dan bisa lebih nyaman untuk jamaah,” ujarnya dengan penuh harap.
Puncak kegiatan Smailing malam ini ditutup dengan tausiyah yang menggugah hati oleh Ustadz H. M. Sahid, Penyuluh Agama Islam dari KUA Singkawang Tengah. Dalam ceramahnya, ia mengingatkanpara jamaah untuk tidak terlena pada gemerlap dunia.
“Boleh menjadi kaya, boleh membangun rumah megah. Tapi ingat, semua itu tidak akan dibawa keakhirat. Dunia ini hanya sementara. Yang kekal adalah amal kita,” tegasnya. Ia juga menekankanpentingnya mengelola harta secara bertanggung jawab dan menjadikan keluarga sebagai ladang ibadah, bukan justru melalaikan dari ingat kepada Allah SWT.
Malam ini, masjid menjadi saksi bagaimana semangat kebersamaan, nasihat penuh hikmah, dan misimulia dari Kemenag Singkawang berpadu menjadi energi positif bagi masyarakat. Smailing bukansekadar safari ke masjid-masjid, tapi safari ke dalam hati umat membangun kesadaran, menebar kasihsayang, dan menghidupkan nilai-nilai keberagamaan yang rahmatan lil ‘alamin. (MD/skw)