
Mempawah (Kemenag) – Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kantor Kementerian Agama (KanKemenag) Kota Singkawang, Aliyansah, hadir sebagai narasumber dalam Rapat Kerja TahunanMadrasah Aliyah Negeri (MAN) Mempawah yang digelar pada Kamis (24/07) di Aula Dapur ErsaMempawah dengan membawakan materi bertajuk “Menuju Madrasah Zona Integritas.”
Dengan penuh semangat Kasubbag TU Kemenag Singkawang, Aliyansah memaparkan pentingnyamembangun Zona Integritas (ZI) sebagai wujud nyata reformasi birokrasi di lingkungan madrasah. Aliyansah juga menegaskan bahwa kehadirannya dalam Rapat Kerja MAN Mempawah merupakanbagian dari upaya mereplikasi pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan madrasah.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan ZI bukan hanya tentang memenuhi indikator administratifsemata, melainkan sebuah proses transformasi budaya kerja menuju Wilayah Bebas dari Korupsi(WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), yang dimulai dari penguatanmanajemen perubahan sebagai fondasi utama. Menurutnya, perubahan pola pikir dan budaya kerjayang berorientasi pada integritas harus ditanamkan sejak dini agar dapat menciptakan lingkungan kerjayang profesional, akuntabel, dan melayani. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peningkatankualitas pelayanan publik sebagai wajah utama dari birokrasi yang bersih dan dipercaya masyarakat.
“Langkah MAN Mempawah ini sangat strategis. Ini adalah bentuk replikasi semangat perubahanmenuju birokrasi yang bersih dan melayani,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan ZI terletak pada manajemen perubahan dan peningkatan kualitas layanan publik yang konsisten danterukur.
Dalam pemaparan materinya, Aliyansah menguraikan enam area perubahan yang menjadi fondasipembangunan Zona Integritas yakni: Manajemen Perubahan; Penataan Tatalaksana; Penataan SistemManajemen SDM; Penguatan Akuntabilitas Kinerja; Penguatan Pengawasan dan Peningkatan KualitasPelayanan Publik.
Tak hanya menyampaikan teori, Aliyansah juga membuka ruang diskusi dua arah, di mana para pesertaaktif bertanya untuk menggali strategi teknis dan aplikatif. Suasana forum pun terasa hidup dan penuhantusiasme.
Melalui kegiatan ini, MAN Mempawah diharapkan tidak hanya siap secara administratif, tetapi jugatermotivasi secara moral dan spiritual untuk mengimplementasikan Zona Integritas sebagai budayakerja harian. Upaya ini sejalan dengan misi besar Kementerian Agama untuk mewujudkan lembagapendidikan yang bersih, melayani, dan dipercaya oleh masyarakat.
“Pembangunan Zona Integritas merupakan implementasi perubahan, pelayanan prima, dan integritas. Jadikan madrasah sebagai satuan kerja yang terus membangun zona integritas tanpa tapi tanpa nanti,” pungkas Aliyansah, menutup sesi. (MD/skw)