
Singkawang (Kemenag) – Suasana penuh hikmat mewarnai Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang digelar di GKPKB Abdi Agape Parong, Kelurahan Sanggau Kulor. KKR ini menghadirkan pembicara Pdt. Yanvantius Tulayyang menyampaikan firman Tuhan dengan penuh kuasa, mengangkat tema “Mengapa Harus Binasa?” yang terambil dari Matius 7:21-23, Jum’at (22/08/2025).
Dalam khotbahnya, Pdt. Yanvantius menekankan bahwa iman yang sejati bukan hanya sekadar berseru kepada Tuhan, tetapi diwujudkan dalam ketaatan melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Firman ini menjadi pengingat bagi jemaat agar tidak terjebak dalam formalitas rohani semata, melainkan membangun relasi yang hidup dengan Kristus.
Acara tersebut mendapat apresiasi dari Liu Siang Ha, Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, yang hadir dan memberikan sambutan. Ia menilai pesan firman yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan umat Kristen masa kini.
“KKR ini memberikan peringatan sekaligus dorongan bagi kita semua untuk mengintrospeksi diri. Jangan hanya mengaku percaya di mulut, tetapi jauh dari Tuhan di hati. Jangan pula menjalankan iman dengan sinkritisme. Inilah saatnya kita kembali pada firman dan hidup sesuai kehendak-Nya,” ungkapnya penuh semangat.
Momentum rohani ini semakin menggugah hati jemaat ketika doa bersama dan seruan pertobatan dinaikkan, disertai lantunan pujian yang membangkitkan sukacita dan kerinduan untuk semakin setia dalam mengikut Kristus. Atmosfer ibadah terasa penuh kuasa, menghadirkan pengharapan baru bagi setiap yang hadir.
Sebagai penutup, doa dipimpin oleh I Putu Yayan Charles, yang meneguhkan komitmen jemaat untuk terus berjalan dalam terang firman Tuhan. Doa ini menjadi simbol penguatan rohani, mengajak umat untuk tidak hanya mendengar firman, tetapi juga melakukannya dalam setiap aspek kehidupan.
Melalui KKR ini, jemaat diingatkan bahwa panggilan hidup Kristen bukan sekadar status, melainkan perjalanan iman yang menuntut kesetiaan, ketaatan, dan kasih yang nyata. Pesan ini diharapkan dapat menginspirasi setiap orang percaya untuk hidup semakin dekat dengan Tuhan dan menjadi terang bagi sesama. (Liu/skw)