
Singkawang (Kemenag) – Suasana penuh semangat dan kekeluargaan tampak pada Jumat (31/10) pagi di Kelurahan Condong, Kecamatan Singkawang Tengah. Kepala KUA bersama para penyuluh agama Islam (FKPAI) dan pengurus Masjid Hidayatul Munawaroh bergotong royong melakukan kegiatan Bersih-Bersih Masjid (BBM) di wilayah setempat.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 pagi ini merupakan salah satu bentuk kepedulian KUA Singkawang Tengah terhadap kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah. Dengan membawa peralatan sederhana seperti sapu, kain pel, dan ember, seluruh peserta bekerja sama membersihkan area dalam dan luar masjid mulai dari lantai, jendela, hingga halaman.
Kepala KUA Singkawang Tengah, Reno Hidayat, mengatakan bahwa kegiatan BBM bukan hanya sekadar menjaga kebersihan fisik masjid, tetapi juga bagian dari menumbuhkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.
“Masjid adalah pusat kegiatan umat. Dengan membersihkannya bersama-sama, kita tidak hanya menata lingkungan fisik, tetapi juga membersihkan hati dan memperkuat silaturahim antar sesama,” ujar Reno dengan senyum hangat.
Setelah kegiatan selesai, suasana keakraban semakin terasa. Para peserta melanjutkan kegiatan dengan ngobrol santai di rumah salah satu pengurus Masjid Hidayatul Munawaroh. Dalam perbincangan ringan itu, muncul banyak ide dan semangat baru untuk menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan yang aktif dan terbuka bagi masyarakat.
Sebagai penutup, seluruh peserta kemudian berkumpul di Kantor KUA Kecamatan Singkawang Tengah untuk menikmati makan saprahan bersama tradisi khas Kalimantan Barat yang mencerminkan kebersamaan dan kesederhanaan.
“Tradisi saprahan ini mengajarkan kita bahwa kebersamaan adalah kekuatan. Dengan semangat gotong royong, kita bisa menjadikan masjid dan lingkungan KUA sebagai tempat yang bersih, nyaman, dan penuh berkah,” tambah Reno.
Melalui kegiatan ini, KUA Singkawang Tengah kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai lembaga pelayanan keagamaan, tetapi juga sebagai motor penggerak nilai-nilai kebersihan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan BBM pun diakhiri dengan wajah-wajah gembira dan rasa syukur tanda bahwa kebaikan selalu berawal dari hal sederhana, seperti sapu di tangan dan hati yang ikhlas melayani. (Herlin/skw)