
Singkawang (Kemenag) – Dalam suasana penuh empati dan kasih, Bimbingan Rohani Kristen kembali hadir membawa semangat dan pengharapan bagi para pasien di Rumah Sakit St. VincentiusSingkawang. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa dan Kamis oleh PenyuluhAgama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, yakni Angelina, Ester, Widyarsih, dan Topia, bersama Pdt. Matheos.
Pada pelaksanaan hari ini Selasa (29/07), pelayanan rohani berlangsung di ruang perawatan Santa Anna, tempat di mana pasien yang tengah berjuang melawan penyakit menerima siraman rohani yang menguatkan jiwa mereka. Dengan penuh kelembutan, tim penyuluh menyampaikan firman Tuhan, doapenguatan, dan lagu-lagu rohani yang menyentuh hati, menciptakan suasana yang hangat danmenenangkan.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah pelayanan kasih yang nyata. Melaluipendekatan spiritual, para penyuluh membangkitkan semangat hidup pasien serta keluarganya agar tetap tegar dan tidak merasa sendiri dalam menghadapi ujian kesehatan.
“Bimbingan rohani ini menjadi bagian dari pelayanan holistik yang memperhatikan bukan hanyatubuh, tapi juga jiwa dan roh pasien,” ungkap Angelina, salah satu penyuluh. Ia menambahkan bahwakehadiran mereka di tengah-tengah pasien merupakan wujud nyata dari panggilan iman untuk melayanisesama.
Pdt. Matheos juga menekankan pentingnya penguatan iman dalam proses pemulihan. “Kami percayabahwa penyembuhan bukan hanya melalui medis, tetapi juga melalui ketenangan batin dan keyakinanakan kasih Tuhan yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya,” ujarnya.
Kegiatan ini disambut hangat oleh pihak rumah sakit dan keluarga pasien. Tidak sedikit pasien yang merasa lebih damai dan termotivasi setelah mendapatkan bimbingan. Bahkan beberapa di antaranyameneteskan air mata sebagai ungkapan syukur dan haru.
Melalui pelayanan ini, Kantor Kemenag Kota Singkawang menunjukkan komitmennya dalammemberikan pelayanan lintas sektor yang menyentuh aspek spiritual masyarakat. Bimbingan rohani inimenjadi oase di tengah padang gurun penderitaan, membuktikan bahwa iman dan cinta kasih mampumenjadi obat yang mujarab bagi mereka yang terluka.
Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berbagi terangdan harapan di tengah dunia yang sering kali gelap oleh penderitaan. (Angel/skw)