
Singkawang (Kemenag) – Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti ruang perawatan penyakit saraf di RSUD Abdul Azis, Senin (07/07), saat program unggulan Bimbingan Rohani Rumah Sakit (BIRO RASA) kembali digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang. Program ini menghadirkan penyuluh lintas agama yang memberikan penguatan rohani secara personal kepada pasien sesuai agama yang dianut.
Dalam pelaksanaannya, para penyuluh dari unsur Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu, hadir membawa pesan damai, penghiburan, dan harapan. Mereka tidak hanya hadir sebagai petugas keagamaan, namun juga sebagai sahabat yang menemani pasien dalam menghadapi kondisi sakit yang penuh tantangan.
Hanisah, penyuluh agama Islam, dalam sesi pembinaannya menyampaikan bahwa dalam kehidupan ini, segala sesuatu selalu datang berpasangan siang dan malam, senang dan susah, sehat dan sakit. Ia mengajak pasien untuk menerima kondisi sakit sebagai bagian dari ujian kehidupan yang bisa mendewasakan jiwa. “Kesabaran adalah sikap terbaik dalam menghadapi setiap musibah. Yakinlah bahwa setelah kesulitan, akan datang kemudahan,” ucapnya penuh ketulusan.
Program BIRO RASA ini menjadi ruang bertemunya nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitaslintas iman. Melalui pendekatan empatik dan pelayanan hati, para penyuluh memberi kekuatan moral dan rohani yang sangat dibutuhkan oleh pasien dan keluarga. Bukan sekadar kata-kata, namun hadirnya mereka menjadi bentuk nyata kepedulian negara dalam memastikan setiap warga mendapatkan layanan keagamaan, bahkan saat berada di rumah sakit.
Ust. Abdul Halim, sebelumnya menyampaikan bahwa BIRO RASA merupakan wujud sinergi lintas iman dalam memperkuat ketahanan mental dan spiritual masyarakat, terutama dalam situasi yang rentan secara fisik dan emosional.
Dengan penuh harapan, program ini diharapkan mampu menjadi oase rohani di tengah proses penyembuhan medis. Di balik luka dan duka, selalu ada cahaya yang membawa harapan. BIRO RASA adalah bagian dari cahaya itu hadir membawa pesan kasih, keteguhan, dan kekuatan iman. (Hanisah/skw)