
Singkawang (Kemenag) – Program inovasi unggulan Bimbingan Rohani Rumah Sakit (BIRO RASA) yang digagas oleh Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang kembali hadir menyapa para pasien di RSUD Abdul Aziz. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin dan Rabu ini menjadi bentuk pelayanan spiritual lintas agama, guna menguatkan mental dan batin para pasien dalam menghadapi ujian sakit.
Pada hari Rabu (25/06), giliran kelompok II dari para penyuluh agama menjalankan tugas mulia ini. Kegiatan berlangsung di ruang perawatan kelas 1B mulai pukul 10.10 hingga 11.00 WIB, dengan rincian jumlah pasien yang mendapatkan bimbingan rohani terdiri dari 7 orang Muslim, 2 orang Kristen, dan 1 orang Buddha.
Penyuluh Agama Islam, Herlin, dalam sapaan rohaninya menyampaikan pesan mendalam yang membangkitkan harapan dan semangat. Ia mengutip sebuah makna spiritual bahwa, “Tidaklah seorang mukmin laki-laki maupun perempuan mengalami sakit, melainkan Allah akan menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana dedaunan berguguran dari pohon.” Pesan ini menjadi penghiburan bagi para pasien, bahwa sakit yang mereka derita bukanlah hukuman, melainkan sarana penghapus dosa dan jalan menuju keteguhan iman.
Herlin juga memanjatkan doa bagi kesembuhan pasien, “Ya Allah, Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembuhkanlah ia. Hanya Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit lagi.”
Di sisi lain, Penyuluh Agama Katolik, Matius dan Adriana Helena, melaksanakan bimbingan rohani di Bangsal Bedah. Mereka menyapa pasien dengan penuh kasih dan mengingatkan agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi penyakit. “Dalam kondisi sakit, tak jarang seseorang merasa putus asa. Namun, sebagai pribadi beriman, kita diajak untuk terus berharap dan berserah diri kepada Tuhan. Doa-doa yang tulus akan membawa kita lebih dekat kepada-Nya dan memperkuat hati dalam menghadapi ujian hidup,” tutur Matius.
Kegiatan ditutup dengan pengisian blanko pembinaan dan dokumentasi foto bersama sebagai bukti nyata pelaksanaan layanan rohani. BIRO RASA tidak hanya hadir sebagai program seremonial, melainkan wujud nyata kasih sayang dan perhatian spiritual kepada mereka yang sedang berjuang melawan sakit.
Lewat kegiatan ini, Kemenag Kota Singkawang berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang menyentuh sisi terdalam manusia yaitu jiwa dan harapan karena sesungguhnya kesembuhan bukan hanya soal fisik, melainkan juga tentang batin yang kuat dan hati yang terus berharap. (Herlin/skw)