
Singkawang (Kemenag) – Bulan September kembali menjadi momen istimewa bagi umat Katolik di seluruh Indonesia dengan peringatan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025. Di Kota Singkawang, pembukaan BKSN dilaksanakan pada Sabtu (06/09) oleh Yayasan Pendidikan Sekolah Bruder (YSPB) Sub Perwakilan Singkawang, bertempat di SD Bruder Singkawang.
Acara pembukaan diawali dengan ibadat pembukaan yang penuh hikmat, dilanjutkan dengan parade siswa dari tingkat TK hingga SMP yang menambah semarak suasana kebersamaan. PenyelenggaraKatolik Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Elisabet Eli Yohanis, hadir dalam kegiatantersebut sebagai bentuk dukungan sekaligus wujud kerja sama dalam pembinaan iman peserta didik. Kehadiran ini menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan Katolik dengan pemerintahdalam menguatkan nilai spiritual di kalangan generasi muda.
BKSN tahun 2025 mengusung tema “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup”. Tema inimengajak umat untuk semakin akrab dengan Kitab Suci dan menjadikannya sumber inspirasi iman. Fokus bacaan tahun ini diambil dari Kitab Zakharia dan Kitab Maleakhi, yang menggugah umat untukmerenungkan pembaruan relasi dengan diri sendiri, sesama, dan Allah.
Makna BKSN bukan sekadar membaca Kitab Suci, melainkan menghidupinya dalam keseharian. Relasi dengan diri sendiri diperbarui melalui kedisiplinan rohani; relasi dengan sesama diwujudkanlewat kepedulian dan solidaritas; sedangkan relasi dengan Allah diperdalam melalui doa dan kesetiaanpada Sabda-Nya. Sabda Tuhan menjadi cermin hidup yang tidak hanya diterapkan secara pribadi, tetapijuga dihayati dalam keluarga, komunitas, dan masyarakat luas.
“Bulan Kitab Suci Nasional merupakan kesempatan bagi kita untuk kembali meneguhkan iman danmembangun relasi yang lebih utuh dengan Tuhan serta sesama. Anak-anak kita perlu diperkenalkansejak dini bahwa Kitab Suci adalah pedoman hidup yang harus dijalani, bukan hanya dibaca,” ungkapElisabet.
Dengan keterlibatan aktif siswa, guru, dan orang tua, BKSN 2025 di Singkawang diharapkan dapatmenumbuhkan generasi yang semakin mencintai Kitab Suci, serta menjadikannya landasan dalambertindak dan bersikap. Kehadiran Penyelenggara Katolik Kemenag Singkawang semakinmempertegas komitmen untuk membangun iman yang kokoh dan relevan dengan kehidupan nyata.
Melalui BKSN, umat Katolik diajak untuk melihat kembali bahwa Sabda Tuhan adalah sumberkekuatan dalam menghadapi tantangan hidup, dan pembaruan relasi dengan diri, sesama, serta Allah adalah kunci menuju hidup yang penuh damai dan berkat. (Mika/skw)