Singkawang (Kemenag) – Awal tahun 1447 hijriah yang penuh makna dihiasi dengan pembacaan doa awal tahun di Masjid Raya Singkawang dengan menghadirkan dai kondang asal Kab. Sambas. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan nilai spiritual dan nuansa religius, pada hari Kamis (26/06) malam.
Doa awal tahun digelar usai salat Maghrib yang dipimpin langsung oleh Imam Besar Masjid Raya, Ustadz Hendra Bastian. Jamaah tampak khusyuk mengikuti lantunan doa, menandai masuknya tahun baru hijriah yang diyakini dimulai saat matahari terbenam. Para penyuluh agama Islam dari Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini, menunjukkan sinergi antara tokoh agama, masyarakat, dan instansi pemerintah dalam membangun atmosfer spiritual di awal tahun baru Islam.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah oleh dai kondang dari Kabupaten Sambas, Ustadz Hatoli, yang membawakan pesan mendalam tentang makna pergantian tahun dalam perspektif Islam. Berdasarkan surah Ali Imran ayat 140, beliau menyampaikan bahwa pergantian tahun merupakan momen muhasabah diri yang memiliki dua tujuan utama: pertama, Allah ingin melihat siapa hamba-Nya yang tetap istiqomah dalam keimanan, dan kedua, Allah ingin melihat siapa yang akan husnul khatimah, bahkan meraih kemuliaan mati syahid.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Hatoli menegaskan bahwa istiqomah adalah ujian yang berat namun sangat dicintai Allah, lebih daripada banyaknya ibadah yang tidak konsisten. Beliau juga menyampaikan bahwa kemuliaan mati syahid tak hanya didapat dalam medan perang, tetapi juga oleh mereka yang wafat dalam perjuangan menafkahi keluarga atau saat menuntut ilmu.
Acara ditutup dengan momen penuh kehangatan, di mana seluruh jamaah saling bersalaman dan bermaafan, menandai harapan baru untuk menjalani tahun hijriah dengan semangat kebersamaan dan peningkatan iman. Serta momentum spiritual untuk memperkuat jati diri umat Islam di Kota Singkawang yang patut diapresiasi. (MD/skw)