
Singkawang (Kemenag) – Dalam semangat membangun pelayanan publik yang prima, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang menggelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Pekerjaanatau Pre-Construction Meeting (PCM) untuk pembangunan dua infrastruktur strategis: GedungPelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) dan Gedung Kantor Kemenag Singkawang.
Rapat yang digelar pada Selasa (05/08) di operation room Kantor Kemenag ini dipimpin langsung olehKepala Subbagian Tata Usaha, Aliyansah, yang turut didampingi oleh Analis Jabatan Adri Mico danPerencana Ahli Muda, Eka Sri Aina. Hadir pula para pemangku kepentingan penting seperti konsultanperencana, konsultan pengawas, kontraktor pelaksana, serta perwakilan dari Kanwil Kemenag ProvinsiKalimantan Barat yang sebelumnya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan.
Dalam sambutannya, Aliyansah menegaskan bahwa kegiatan PCM ini sangat krusial dalammenyatukan persepsi dan komitmen semua pihak demi kelancaran proyek. “Pertemuan hari ini pentingkarena perencanaan telah selesai, kini saatnya melangkah pada tahap pelaksanaan. Sesuai prinsipmanajemen: ‘berencanalah di atas pekerjaan, dan bekerjalah di atas apa yang direncanakan,'” tegasnya.
Kemenag Singkawang yang telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), kinimenargetkan loncatan prestasi menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Aliyansahmeyakini, pembangunan dua gedung baru ini akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkankualitas layanan publik, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji, umrah, serta pelayananadministrasi keagamaan lainnya.
“PLHUT kami posisikan di bagian depan untuk memastikan akses yang mudah bagi masyarakat. Inibukan hanya soal bangunan, tapi soal wajah pelayanan publik yang kita persembahkan untuk umat,” lanjutnya penuh semangat.
Tak hanya menekankan kualitas, Aliyansah juga mengingatkan pentingnya ketepatan waktu, efisiensianggaran, serta kerja sama solid antara semua unsur pelaksana. Ia berharap seluruh pihak mulai darikonsultan perencana, pengawas, hingga pelaksana konstruksi benar-benar bekerja sesuai denganfungsinya masing-masing dan mematuhi time schedule yang telah disusun.
“Ini bukan proyek biasa. Ini adalah ikhtiar besar kita untuk membangun masa depan pelayanankeagamaan yang lebih modern, transparan, dan membanggakan masyarakat Kota Singkawang, kotayang menjadi destinasi religi dan budaya,” tutupnya.
Rapat PCM ini diharapkan menjadi langkah awal yang kokoh menuju keberhasilan proyek strategistersebut. Semoga dengan hadirnya infrastruktur baru ini, pelayanan Kemenag Singkawang semakinprofesional, berdaya saing, dan mampu menjadi contoh reformasi birokrasi yang nyata. (Humas/skw)