
Singkawang (Kemenag) – Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Elisabet Eli Yohanis, menghadiri rangkaian Anjangsana Lintas Iman (City Tour) dalam KonferensiKota Toleran 2025 yang digagas Setara Institute, Sabtu (15/11/2025). Dalam kegiatan ini, GerejaKatolik Santo Fransiskus Assisi Singkawang menjadi salah satu titik kunjungan utama dan berhasilmenarik perhatian para peserta karena sejarah panjang serta kontribusinya terhadap kerukunanantarumat beragama.
Rombongan dipimpin oleh Elfrida Herawati Siregar, Direktur Evaluasi BPIP RI, bersama Bobby Maulana, Wakil Wali Kota Sukabumi Periode 2025–2030. Kehadiran para pimpinan daerah dariberbagai wilayah Indonesia semakin menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat nilai toleransidi tingkat lokal maupun nasional.
Setibanya di lokasi, para peserta disambut hangat oleh Pastor Paroki RP. Joseph Juwono, OFMCap.,yang kemudian memaparkan sejarah Gereja Santo Fransiskus Assisi. Gereja yang telah berdiri sejakmasa kolonial ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, dan padatahun 2026 akan genap berusia 100 tahun, menjadikannya salah satu gereja bersejarah di wilayah Barat Kalimantan.
Dalam kesempatan tersebut, Elisabet Eli Yohanis menyampaikan bahwa kegiatan lintas iman seperti inimemiliki peran strategis dalam memperkuat rasa saling menghormati dan memahami antarumatberagama. “Melalui perjumpaan dan dialog, kita berharap toleransi semakin mengakar, salingmengenal semakin kuat, dan kebersamaan dapat terus kita bangun demi Indonesia yang maju danbersatu,” ujarnya.
Pastor Juwono juga menegaskan bahwa Gereja Santo Fransiskus Assisi tidak hanya menjadi pusatkegiatan rohani umat Katolik, tetapi juga aktif membangun persaudaraan lintas agama. Iamengungkapkan bahwa gereja selama ini turut membantu pembangunan serta renovasi beberapamasjid di sekitar lingkungan paroki sebagai bentuk kepedulian terhadap umat beragama lain.
Tidak hanya itu, setiap perayaan Iduladha, gereja ini secara rutin menyumbangkan hewan kurbanberupa kambing kepada masyarakat Muslim di sekitar gereja. Tradisi yang telah berlangsung bertahun-tahun ini menjadi bukti nyata bahwa semangat toleransi dan gotong royong dapat diwujudkan melaluitindakan sederhana namun bermakna.
Kunjungan City Tour lintas iman ini semakin menguatkan posisi Singkawang sebagai salah satu kotapaling toleran di Indonesia. Melalui dialog terbuka, kolaborasi lintas iman, dan aksi nyata di lapangan, Gereja Santo Fransiskus Assisi menunjukkan bahwa kerukunan tidak hanya dibicarakan, tetapi jugadilakukan.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Asisten II Pemkot Singkawang Yulianus Anus, pastor paroki, seluruh wakil pimpinan daerah se-Indonesia, FKUB, serta Dewan Pastoral Paroki St. Fransiskus. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kota-kota lain untuk terus menguatkan praktik toleransidalam kehidupan sosial masyarakat. (Eli/skw)