
Singkawang (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang, H. Muhlis, menghadiri secara langsung pembukaan Pentas Seni (Pensi) Ushuluddin yang digelar pada Rabu (17/12). Kehadiran beliau didampingi para Pengawas Madrasah, yakni Andy, H. Ehwan, dan Hj. Idawati, menjadi bentuk dukungan nyata Kemenag terhadap pengembangan bakat, karakter, serta kreativitas santri.
Kegiatan yang menjadi puncak rangkaian Pensi ini mengusung tema “Musafir: Melangkah Bersama Menuju Cahaya Iman, Akhlak, dan Prestasi.” Tema tersebut sarat makna dan doa, menggambarkan perjalanan santri sebagai pencari ilmu dan nilai kehidupan. “Musafir” dimaknai sebagai akronim dari nilai-nilai utama yang ingin ditanamkan, mulai dari Iman, Unity (kebersamaan), Smart (cerdas ilmu dan akhlak), Amal, Future (berorientasi masa depan), Inspiratif, hingga Rahmah.
Dalam sambutannya, H. Muhlis menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu, agama, dan senidalam proses pendidikan. Mengutip pesan inspiratif dari Aa’ Gym, Ia menyampaikan bahwa agama memberi arah hidup, ilmu memudahkan perjalanan, dan seni menghadirkan keindahan. Ketiganya, menurutnya, harus berjalan seiring agar membentuk pribadi santri yang berakhlak mulia, cerdas, dan berkepekaan sosial.
“Melalui pentas seni ini, kita berharap akhlak santri semakin baik, pengamalan agama semakin kuat, dan ilmu terus berkembang. Jangan sampai seni menjauhkan kita dari nilai-nilai agama, justru harus menjadi sarana memperindah pengamalannya,” pesan H. Muhlis di hadapan para santri, guru, dan orang tua.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Ushuluddin, KH. Bujang Rasnie, menyampaikan bahwa pentas seni bukan sekadar hiburan, melainkan ruang pembelajaran nonformal bagi santri untuk belajar bertanggung jawab, disiplin, bekerja sama, serta berani tampil dengan tetap menjaga adab dan nilai keislaman. Kegiatan ini juga menjadi momen berharga bagi santri kelas IX MTs dan kelas XII MA sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan meriah, diawali dengan lantunan Asmaul Husna, dilanjutkan sambutan, serta penampilan pentas seni dari santri MTs dan MA Ushuluddin secara bergantian. Dukungan berbagai pihak, mulai dari yayasan, panitia, dewan guru, hingga orang tua, menjadikan Pensi Ushuluddin tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga kaya akan nilai edukatif dan inspiratif.
Melalui kegiatan ini, Pensi Ushuluddin diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam, menumbuhkan rasa percaya diri santri, serta memperkuat ukhuwah dan semangat berkarya dalam bingkai iman dan akhlak. (Humas/skw)