
Singkawang (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, H. Muhlis, memimpin rapat pembentukan Panitia Perayaan Natal Kementerian Agama yang berlangsung di Operation Room Kantor Kemenag Singkawang, Rabu (26/11). Rapat dihadiri Penyelenggara Katolik, Elisabet Eli Yohanis serta seluruh penyuluh dan staf Kristen dan Katolik.
Dalam arahannya, H. Muhlis menekankan pentingnya kebersamaan lintas agama dalam keluarga besar Kemenag Singkawang. Ia mengingatkan agar pelaksanaan perayaan Natal tidak menonjolkan identitas masing-masing, termasuk dalam hal penggunaan foto dalam publikasi kegiatan. “Cukup satu saja. Tidak perlu banyak gambar. Foto Kepala Kantor sudah mewakili institusi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar acara tidak mengundang terlalu banyak pihak di luar kantor. Menurutnya, perayaan Natal Kemenag adalah ruang kebersamaan internal yang perlu dijaga kekhidmatan dan kesederhanaannya. “Kita ingin acara dari awal sampai akhir diikuti keluarga besar kantor. Tidak ramai oleh undangan luar,” ujarnya.
Terkait pembiayaan, H. Muhlis mendorong model gotong-royong yang selama ini menjadi budaya di lingkungan Kemenag Singkawang. Ia menyampaikan bahwa konsumsi dapat disesuaikan dengan kemampuan bersama. “Kalau kita hitung 100 orang dengan indeks sederhana, kita bisa atur. Tidak perlu mewah, yang penting kebersamaan dan maknanya,” katanya.
Dalam rapat tersebut, struktur panitia juga ditetapkan, Penyelenggara Katolik Elisabet Eli Yohanisditunjuk sebagai Ketua Panitia. Perwakilan Kristen akan menyampaikan pesan damai pada acara puncak, sedangkan doa akan dibawakan secara bergilir oleh perwakilan Kristen atau Katolik. Penampilan musik dan pujian diisi oleh internal pegawai, dengan I Putu Yayan Charles dipercayakan sebagai penanggung jawab musik.
H. Muhlis juga menegaskan bahwa seluruh ASN, tanpa memandang agama, dapat hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kerukunan. “Walaupun berbeda keyakinan, dalam acara ini kita bersama. Inilah wujud moderasi beragama,” tegasnya.
Perayaan Natal dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 30 Desember 2025, dengan nuansa sederhana namun meriah. Para pegawai dianjurkan menggunakan pakaian adat, Wastra atau busana rapi untuk menambah kekhidmatan suasana.
Melalui rapat ini, H. Muhlis berharap Perayaan Natal Kemenag Singkawang tahun 2025 menjadi momentum mempererat persaudaraan lintas iman dan memperkuat semangat kebersamaan sebagai keluarga besar Kementerian Agama. “Yang terpenting adalah rasa saling mendukung dan bekerja bersama. Dengan itu, semua bisa terlaksana dengan baik,” tutupnya. (Humas/skw)