
Singkawang (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang turut berpartisipasi dalamPuncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 yang digelar di Basement Kantor Wali Kota Singkawang pada Jumat (01/08) pukul 13.00 WIB. Acara ini dirangkaikan dalam bentuk edukatif dankreatif bertajuk “Gelanggang Ksatria Bumi: Singkawang Rumah Anak Kini dan Nanti.”
Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang “Gelanggang KsatriaBumi” serta apresiasi khusus kepada Kantor Kemenag Kota Singkawang atas komitmen, implementasipengarusutamaan Hak Anak, dan kontribusi dalam mewujudkan Kota Layak Anak 2024.
Acara ini digagas oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos.PPPA) Kota Singkawang. Kegiatan ini menjadi panggung inspiratif bagi anak-anak untuk mengekspresikandiri sekaligus belajar mencintai lingkungan.
Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam, Hj. Rohmawati, hadir bersama para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala LembagaPendidikan SMP/MTs terpilih, serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Keikutsertaan KemenagSingkawang menjadi bagian dari komitmen nyata dalam mendukung program Kota Layak Anak danpengarusutamaan hak anak.
Rangkaian acara dimulai dengan penampilan unjuk bakat dari siswa dan siswi berbagai sekolah danmadrasah, menampilkan keberagaman potensi generasi muda Singkawang. Suasana semakin bermaknasaat sesi Bincang Asik digelar, menghadirkan dua narasumber inspiratif: Dr. Aji Ali Akbar, M.Si(Dosen Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura) dan Angela Pinkan Intania, S.Sn (Pranata SiaranTVRI Kalimantan Barat). Mereka mengajak anak-anak untuk memahami pentingnya pelestarianlingkungan serta bagaimana menyalurkan ekspresi diri anak yang terarah secara positif.
Dalam tanggapannya, Kasi Pendis, Hj. Rohmawati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranyakegiatan ini, yang tidak hanya menghibur tetapi juga menguatkan edukasi nilai lingkungan dan karakteranak secara holistik.
“Kegiatan ini mengajarkan anak-anak untuk peduli lingkungan sekaligus memberi ruang untukmengekspresikan potensi diri secara positif dan terarah melalui semangat Ksatria Bumi,” ujarnya.
Acara ditutup dengan penuh kehangatan melalui sesi foto bersama seluruh peserta dan undangan, meninggalkan kesan mendalam bahwa anak-anak adalah aset berharga yang harus dibimbing, diberdayakan, dan dilindungi untuk masa depan Singkawang yang lebih cerah. (Rohma/skw)