
Pontianak (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang H. Muhlis menghadiripenutupan rangkaian kegiatan Silaturahmi Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar secara khidmat di Asrama Haji Pontianak pada Kamis(15/01) malam.
Perhelatan tahunan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama ProvinsiKalimantan Barat H. Muhajirin Yanis, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Barat H. Kamaluddin, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan(DWP) Kanwil Kemenag Kalbar, Hj Salbia.
Kehadiran para Kabid Pembimas, hingga seluruh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat beserta jajaran DWP Kankemenag mempertegas soliditas institusi dalam momentum peringatan hari jadi kementerian tersebut. Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi ajangpenguatan moderasi beragama sekaligus sarana mempererat tali persaudaraan antar-ASN di lingkunganKementerian Agama.
Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian akhir seluruh rangkaian lomba, Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak resmi ditetapkan sebagai Juara Umum I disusul Kabupaten Ketapang sebagai JuaraUmum II, dan Kabupaten Sambas sebagai Juara Umum III. Sementara itu, Kota Singkawangmencatatkan prestasi dengan meraih Harapan I cabang Tilawah Putri.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Prov. Kalbar, H. Muhajirin Yanis mengungkapkankebahagiaannya atas kelancaran pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa sejak Januari 2024, konsep pelaksanaan kegiatan silaturahmi dan PORDA diubah dengan sistem bergilir antarkabupaten/kota. Setelah Ketapang sebagai tuan rumah pertama, dilanjutkan Sambas, dan tahun ini Kota Pontianak dipercaya menjadi tuan rumah.
“Kegiatan ini bukan sekadar bertanding, tetapi juga kita datang membawa semangat persaudaraan, sportivitas, dan kebersamaan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepadaPemerintah Kota Pontianak, khususnya Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Pontianak, atas dukunganpenuh yang menjadi kunci sukses penyelenggaraan kegiatan.
Penutupan kegiatan terasa semakin bermakna dengan penggunaan busana adat Melayu, Teluk Belanga. Hal ini menjadi simbol komitmen Kementerian Agama sebagai penjaga nilai tradisi, harmoni sosial, dan persatuan dalam keberagaman. Momentum HAB ke-80 ditegaskan sebagai titik awal penguatantekad untuk terus melayani umat dengan hati, berakar pada budaya, dan berorientasi pada persatuan.
Acara penutupan secara resmi ditutup oleh Ketua DPRD Kota Pontianak, dilanjutkan denganpembagian hadiah dan hiburan yang menambah semarak suasana. Di akhir sambutan, disepakati bahwaHAB tahun depan akan dilaksanakan di Kabupaten Sintang, sebagai upaya melanjutkan estafetsilaturahmi dan pemerataan semangat kebersamaan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa di usia 80 tahun, Kementerian Agama tetap solid, adaptif, dan penuhsemangat dalam pengabdian serta pelayanan kepada masyarakat. (Humas/skw)