
Kapuas Hulu (Kemenag) – Aula Gedung Satu Atap Kantor Bupati Kapuas Hulu pada Minggu (14/09) menjadi saksi penting terselenggaranya Pelantikan Dewan Hakim dan Panitera Musabaqah TilawatilQur’an (MTQ) Ke-XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Acara ini menjadi penanda dimulainyarangkaian MTQ yang akan berlangsung selama sepekan penuh di Putussibau.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, H. Muhlis, turut hadir memberikan apresiasidan semangat. Ia juga menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligusmempererat ukhuwah Islamiyah.
“Keberhasilan MTQ tidak hanya ditentukan oleh peserta, tetapi juga oleh integritas dewan hakim. Sayaberharap para hakim yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, profesional, serta menjunjung tinggi nilai keadilan,” ujar H. Muhlis.
Pelantikan 111 dewan hakim dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, H. Harisson. Dalam pesannya, Harisson menekankan bahwa MTQ adalah wahana syiar Islam yang saratdengan nilai luhur. “Laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan dan profesionalitas. Jaga netralitasserta integritas agar MTQ ini benar-benar menjadi ajang yang membangun generasi berakhlak dancinta Al-Qur’an,” ungkapnya penuh semangat.
Ketua LPTQ Kalbar, Andi Musa, menambahkan bahwa seluruh dewan hakim yang dilantik telahmelalui proses seleksi ketat berdasarkan SK Gubernur Kalimantan Barat. “Kami memastikan seluruhkabupaten/kota terwakili, sehingga penilaian berjalan adil dan transparan,” jelasnya.
Pelantikan ini turut disaksikan Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, Wakil Bupati Sukardi, SekdaKapuas Hulu Mohd Zaini, para kepala daerah, Kepala Kemenag se-Kalimantan Barat, serta jajaranpengurus LPTQ. Kehadiran berbagai pihak mencerminkan kuatnya sinergi dalam menyukseskan MTQ XXXIII Kalbar.
Dengan semangat kebersamaan, pelantikan dewan hakim ini menjadi tonggak penting untukmelahirkan MTQ yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga inspiratif. Harapan besar pun disematkanagar perhelatan ini mampu membangun peradaban Qur’ani yang berakar pada nilai keadilan, persaudaraan, dan cinta Al-Qur’an di Bumi Kalimantan Barat. (Humas/skw)