
Singkawang (Kemenag) – Dalam upaya mempererat sinergi dan menjaga kerukunan di tengahmasyarakat majemuk, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singkawang Selatan menggelarkegiatan silaturahmi dan koordinasi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perangkat KelurahanSagatani pada Sabtu (07/11) malam. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua Masjid At-Taqwa,Bapak Tarmizi, ini dihadiri para tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas), tokoh pemuda (toda), serta penyuluh agama Islam: Hidayatussibyan, Fadhli Arif Baqosih, dan Rahman Syawal.
Acara yang dipandu oleh MC, Fadhli Arif Baqosih, diawali dengan pembacaan doa, kemudiandilanjutkan sambutan Lurah Sagatani, Naziri, yang memberikan apresiasi atas inisiatif KUA dalammembangun komunikasi lintas tokoh. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah positif memperkuattoleransi dan moderasi beragama di wilayah yang masyarakatnya sangat beragam.
“Kami menyambut baik kegiatan seperti ini. Semoga menjadi sarana mempererat hubungan antarwargadan memperkuat suasana kondusif di lingkungan kita,” ujarnya. Naziri juga menyoroti keberhasilanpelaksanaan MTQ di Kelurahan Sagatani yang sukses berkat kolaborasi lintas agama dan partisipasimasyarakat.
Sementara itu, Kepala KUA Singkawang Selatan, Ajma’in, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalandengan KMA Nomor 332 Tahun 2023 tentang Sistem Peringatan Dini Konflik Sosial (EWS – Early Warning System). Program ini kemudian diterjemahkan oleh KUA Singkawang Selatan melaluikegiatan TERA (Temu Ramah) sebagai wadah komunikasi dan pencegahan potensi konflik sosialkeagamaan.
“KUA tidak hanya hadir dalam urusan administrasi keagamaan, tetapi juga sebagai penengah danpenyeimbang dalam menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat,” jelas Ajma’in. Ia mengajak para tokoh untuk aktif menjaga keharmonisan dan berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di ruangpublik agar tidak menimbulkan polemik.
Dalam tausiyahnya, Ajma’in mengangkat filosofi shalat berjamaah sebagai refleksi kehidupan sosial. “Sebagaimana makmum mengikuti imam dengan taat, demikian pula masyarakat hendaknyamenghormati pemimpinnya. Sebaliknya, seorang pemimpin harus siap menerima koreksi denganlapang dada,” tuturnya. Ia juga menekankan pentingnya berbuat baik dan memberi manfaat bagisesama, mengutip sabda Nabi SAW: “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagimanusia lainnya.”
Lebih lanjut, Ajma’in membuka pandangan masyarakat tentang keseimbangan antara diri dan sosial, ilmu dan adab, ucapan dan perilaku. Menurutnya, moderasi beragama dan kehidupan sosial yang harmonis bermula dari pemahaman agama yang benar serta penerapan nilai-nilai moral dalam tindakansehari-hari.
Ia juga mengaitkan pesan ini dengan falsafah hidup masyarakat Kalimantan Barat: “Adil ka’ Talino, Bacuramin ka’ Saruga, Basengat ka’ Jubata” yang mengajarkan nilai keadilan, keteladanan, dan kasihsayang universal. “Falsafah ini sangat moderat dan menghargai perbedaan. Kita diajarkan untukberbuat adil kepada sesama, bercermin pada kebaikan, dan berakhlak mulia sebagaimana Tuhanmengasihi seluruh makhluk,” ujarnya.
Kegiatan yang ditutup dengan dialog interaktif antara warga dan pihak KUA ini berlangsung hangatdan penuh keakraban. Silaturahmi tersebut menjadi bukti nyata komitmen KUA Singkawang Selatan dalam memperkuat moderasi beragama, membangun komunikasi lintas tokoh, serta menjagakedamaian dan keharmonisan di wilayah Sagatani. (Dayat/skw)