
Singkawang (Kemenag) – Alhamdulillah, satu lagi wadah pembinaan keagamaan resmi terbentukpada hari Kamis (04/09) di Singkawang Barat. Majelis Taklim Al-Fathonah hadir dengan jama’ah yang sebagian besar merupakan masyarakat sekitar Pasar Baru, termasuk para pemulung yang kesehariannyaberjuang mencari nafkah dari hasil barang bekas.
Kepala KUA Singkawang Barat, Agus Salim, dalam sambutannya menekankan bahwa hidup di duniahanyalah sementara. “Harta yang kita kejar siang dan malam tidak akan dibawa mati, kecuali yang kitasedekahkan. Umur manusia tidak ada yang pasti, maka siapkanlah bekal sebelum kematianmenjemput,” ungkapnya penuh hikmah.
Majelis Taklim Al-Fathonah lahir dari kerja keras para penyuluh agama Islam Singkawang Barat yang selama hampir tiga bulan rutin berkunjung ke kompleks perumahan para pemulung. Kehadiran majelisini diharapkan mampu menjadi cahaya ilmu dan iman, terutama bagi ibu-ibu di sekitar Pasar Baru, agar semakin giat menuntut ilmu agama.
Program yang ditawarkan pun cukup beragam dan menyentuh kebutuhan dasar umat. Jama’ah dapatbelajar membaca dan memahami Al-Qur’an, mempraktikkan tata cara wudhu dan sholat dengan benar, serta memperdalam pengetahuan agama lainnya. Tidak hanya itu, majelis ini juga akan menjadi ruangpemberdayaan ekonomi.
Salah satu penyuluh sekaligus owner Seroja, Titin Sumarni, akan membimbing jama’ah melaluipelatihan keterampilan mengolah hasil pertanian dan kelautan menjadi produk bernilai jual. Upaya inidiharapkan mampu menambah pengetahuan sekaligus membuka peluang usaha bagi jama’ah, sehinggapembinaan tidak hanya mencakup aspek spiritual, tetapi juga peningkatan kesejahteraan.
Terbentuknya Majelis Taklim Al-Fathonah menjadi bukti nyata bahwa dakwah tidak hanya berhenti di mimbar, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat, menyentuh hati dan memberikan solusi nyata. Dari lingkungan yang sederhana lahirlah semangat untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan menebarmanfaat.
Semoga kehadiran majelis ini menjadi ladang amal jariyah bagi para penggagasnya serta jalankebaikan bagi seluruh jama’ah dalam menapaki kehidupan yang lebih beriman, berilmu, dan berdaya. (Buansyah/skw)