
Singkawang (Kemenag) – Momen bersejarah bagi umat Katolik di Singkawang tercipta pada Sabtu sore (22/03) dengan dilaksanakannya pemancangan tiang pancang pertama pembangunan Gedung Paroki Santo Fransiskus Assisi. Acara ini menjadi simbol awal perjalanan panjang mewujudkan rumah ibadah yang lebih representatif bagi umat.
Hadir dalam peristiwa penting ini, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Wakil Wali Kota Muhammadin, serta Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama lainnya. Acara diawali dengan tarian penyambutan, mencerminkan semangat kebersamaan dan keberagaman budaya di Singkawang
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang diwakili oleh Penyelenggara Katolik, Elisabet Eli Yohanis, yang turut memberikan apresiasi terhadap kolaborasi erat antara pemerintah dan pengurus gereja dalam mendukung pembangunan.
“Kami mengapresiasi kolaborasi erat antara pemerintah dan pengurus gereja yang telah menjadi pilar utama dalam merealisasikan langkah awal pembangunan ini. Kerja keras panitia serta dukungan penuh dari pemerintah merupakan kunci utama dalam mewujudkan rencana ini,” tegas Elisabet.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur, Krisantus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan, termasuk dalam sektor keagamaan. “Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam mendukung pembangunan, termasuk di sektor keagamaan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kolaborasi yang baik antara berbagai tingkatan pemerintahan akan memperkuat upaya dalam menciptakan harmoni dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengumumkan bantuan sebesar Rp3 miliar dari total kebutuhan Rp14 miliar untuk pembangunan gereja. Wakil Wali Kota Muhammadin juga menyampaikan komitmennya dalam mendukung proyek ini.
Doa dan berkat yang dipimpin Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, menjadi puncak acara, menyelimuti proyek ini dengan harapan dan doa terbaik.
Pemancangan tiang pancang pertama ini bukan sekadar simbol fisik, tetapi juga cerminan semangat kebersamaan, toleransi, dan komitmen membangun Singkawang sebagai kota yang harmonis. Dengan harapan besar, Gedung Paroki Santo Fransiskus Assisi akan segera berdiri megah sebagai pusat ibadah dan kebersamaan umat Katolik. (Eli/skw)