
Singkawang (Kemenag) – Suasana penuh sukacita tampak di SDN 51 Singkawang ketika para siswa-siswi mengikuti pembinaan imandan persekutuan yang dilaksanakan oleh tim penyuluh agama Kristen yaitu Erni Supiani, Erawati, Adin, dan Adrianto pada Jum’at(29/08) pagi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuanmenumbuhkan iman anak-anak sejak usia dini agar semakin dekatkepada Tuhan.
Pembinaan iman kali ini mengangkat dasar firman Tuhan dariMazmur 119:105: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagijalanku.” Ayat ini mengingatkan bahwa Alkitab bukan hanyasekadar bacaan, tetapi merupakan penuntun yang memberikan arahhidup, bimbingan dalam setiap langkah, serta penerangan di tengahperjalanan kehidupan.
Para penyuluh menekankan pentingnya anak-anak belajarmemahami firman Tuhan sejak kecil. Dengan demikian, merekamemiliki bekal rohani yang kuat untuk menghadapi tantangan hidup, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Melaluipersekutuan yang hangat, anak-anak diajak bernyanyi, berdoa, danmendalami firman dengan cara sederhana namun penuh makna.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menolong anak-anak semakinhidup dekat kepada Tuhan dan bertumbuh sesuai dengan kehendak-Nya,” ungkap salah satu penyuluh, Erni Supiani.
Kegiatan semakin bermakna ketika dilakukan pembagian Alkitabkepada para siswa. Aksi ini didukung oleh tim The Gideon Internasional Camp Singkawang, yang diwakili oleh HatoranganPanjaitan bersama Adin. Setiap Alkitab yang dibagikan menjadisimbol kasih dan perhatian, agar anak-anak memiliki kesempatanmembaca dan merenungkan firman Tuhan di rumah masing-masing.
Menurut Hatorangan Panjaitan, pemberian Alkitab ini merupakanwujud nyata pelayanan kasih. “Kami rindu setiap anak memilikiAlkitab pribadi sehingga mereka dapat terus belajar firman Tuhan, menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Para siswa pun menyambut dengan wajah ceria dan penuhantusiasme. Bagi mereka, menerima Alkitab baru merupakanmomen berharga yang akan membantu dalam perjalanan iman danbelajar mereka. Tidak sedikit guru yang hadir juga mengapresiasikegiatan ini, karena pembinaan iman dinilai mampu memperkuatkarakter anak dan menumbuhkan sikap saling menghargai di antarasesama. Melalui sinergi antara penyuluh agama, lembaga pelayanan, dan sekolah, anak-anak dapat diarahkan untuk mencintai firmanTuhan sejak dini. Sehingga mereka akan tumbuh menjadi generasiyang berkarakter, beriman, dan siap menghadapi masa depan denganterang firman-Nya sebagai penuntun. (Erni/skw)