
Singkawang (Kemenag) – Dalam upaya memberdayakan ekonomi umat di Kecamatan Singkawang Tengah, KUA Singkawang Tengah kembali melaksanakan pendampingan kepada penerima manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi Umat. Kegiatan yang dipimpin oleh Herlin, S.Pd.I, ini diikuti oleh 10 penerima manfaat dan berlangsung di rumah salah satu peserta, Yuniarti, di Jalan Pahlawan, Senin (20/01/2025).
Kegiatan dimulai pukul 09.00 pagi dengan tausiyah tentang keutamaan berdoa saat memulai aktivitas, khususnya ketika meninggalkan rumah. Tausiyah ini bertujuan mengingatkan para penerima manfaat akan pentingnya memulai segala usaha dengan doa agar mendapatkan keberkahan.
Setelah tausiyah, peserta diajak berdiskusi tentang laporan penggunaan dana bantuan yang telah diterima. Hal ini bertujuan memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Selain itu, Herlin juga melakukan monitoring perkembangan usaha yang dijalankan oleh masing-masing penerima manfaat, sekaligus memberikan masukan untuk meningkatkan efektivitas usaha mereka.
Herlin menyampaikan harapannya agar bantuan modal usaha ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Kami berharap usaha yang dijalankan dapat berkembang, menjadi sumber penghasilan keluarga, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar. Semoga bantuan ini juga membawa keberkahan, menambah keimanan, dan memberikan ketenangan dalam menjalankan usaha,” ujarnya.
Program pemberdayaan ekonomi umat ini menjadi wujud nyata kepedulian KUA Singkawang Tengah dalam membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup mereka. Dengan memberikan modal usaha, program ini tak hanya membantu secara finansial tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk mandiri secara ekonomi.
Kegiatan yang penuh semangat dan kebersamaan ini diakhiri dengan makan siang bersama serta sesi foto bersama sebagai momen kebersamaan yang hangat. Para peserta mengungkapkan rasa syukur dan optimisme atas dukungan yang diberikan oleh KUA Singkawang Tengah.
Dengan adanya program ini, diharapkan para penerima manfaat dapat mengelola usaha mereka dengan baik, sehingga ke depannya mampu menjadi inspirasi dan teladan bagi masyarakat lainnya dalam memberdayakan ekonomi keluarga berbasis nilai-nilai agama. (Herlin/skw)