
Singkawang (Kemenag) – Dunia pendidikan terus bergerak maju, dan guru pun dituntut untukberadaptasi dengan perkembangan zaman. Bertempat di MIS Muhammadiyah 2 Singkawang, sebuahlangkah progresif telah dilakukan melalui kegiatan pembinaan guru dan tenaga kependidikan olehPengawas Madya pada Madrasah Tingkat Ibtidaiyah Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Andy, pada hari Selasa (22/07/2025).
Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah, H. Erwandi, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pengawasatas kesediaannya hadir serta membagikan wawasan penting terkait dunia pendidikan. Ia jugamengimbau para guru untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius, karena sangat relevan dalammenghadapi tantangan pembelajaran di era digital.
Dalam pembinaannya, Andy menekankan pentingnya kesiapan awal tahun ajaran baru Ia jugamenyampaikan bahwa kurikulum yang berlaku sekarang sesuai KMA 450 tahun 2024 dan nantinyaakan menyesuaikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI nomor 13 tahun2025. Beberapa hal krusial juga disampaikannya, mulai dari penyusunan perangkat ajar, pemenuhanbukti dukung Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM), penyusunan EDM dan e-RKAM, hinggakedisiplinan kehadiran sebagai pondasi keberhasilan proses pembelajaran. Ia juga mengingatkanperlunya mempersiapkan pemberkasan Tunjangan Profesi Guru (TPG) secara tertib dan tepat waktu.
Selain pembinaan teknis, momen penting dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dengan tema“Pentingnya Kecerdasan Buatan (AI) bagi Guru dalam Proses Pembelajaran di Madrasah”. Andy menyampaikan bahwa AI bukanlah ancaman, tetapi mitra strategis bagi guru dalam mendidik siswa di era digital.
“AI tidak menggantikan peran guru, tetapi justru membantu guru bekerja lebih efisien dan kreatif. Guru tetap menjadi pendidik utama dalam membentuk karakter peserta didik,” tegasnya.
Materi sosialisasi yang disampaikan meliputi:
Guru dan tenaga pendidik yang hadir tampak antusias mengikuti sesi praktik penggunaan beberapaplatform AI seperti: aistudio.google.com, notebooklm.google.com, canva.com, chatgpt.com, gemini.google.com.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru di madrasah semakin siap menjadi pendidik abad ke-21 yang tak hanya berkompeten secara pedagogis, tetapi juga melek teknologi serta adaptif terhadapperubahan.
“Mari jadikan teknologi sebagai sahabat dalam mendidik. Dengan AI, kita tidak hanya mengajar, tetapijuga menginspirasi,” pungkas Andy. (Andy/skw)