
Singkawang (Kemenag) – Dalam upaya meningkatkan iman, taqwa, dan akhlak mulia peserta didik Katolik, Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang melalui Bimas Katolik hadir di SMKN 1 Singkawang. Kehadiran ini sebagai bentuk undangan dari pihak sekolah dalam kegiatan rohani yang bertepatan dengan masa Prapaskah, periode refleksi dan pertobatan bagi umat Katolik, Kamis (13/03/2025).
Gamaliel Ardianus, perwakilan dari Penyelenggara Katolik, memberikan pemahaman mendalam kepada para siswa tentang pentingnya memperkuat iman dengan rajin membaca kitab suci, berdoa secara rutin, serta aktif dalam kegiatan rohani. Ia menekankan bahwa masa Prapaskah menjadi momen penting bagi umat Katolik untuk melakukan pantang dan puasa sebagai bentuk pendekatan diri kepada Tuhan, penyesalan dosa, dan pengendalian diri.
“Pantang dan puasa memiliki makna yang mendalam, tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai upaya memurnikan hati, menata hidup dan tingkah laku rohani, serta menjaga keseimbangan emosi dan hubungan baik dengan sesama,” jelas Gamaliel di hadapan para pelajar.
Menariknya, tahun ini masa Prapaskah bertepatan dengan ibadah puasa yang dijalankan oleh umat Muslim. Hal ini menjadi momentum untuk semakin mempererat persaudaraan dan sikap saling menghormati antarumat beragama. Dalam kegiatan ini, juga disampaikan tentang empat pilar penting Moderasi Beragama, yaitu toleransi, anti-kekerasan, komitmen kebangsaan, dan penghargaan terhadap keberagaman tradisi.
Kegiatan ini mendapat perhatian dari Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kota Singkawang, Agus Wahidi, yang turut hadir untuk melakukan monitoring. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pembangunan karakter siswa melalui pemahaman dan pelaksanaan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai penutup, Gamaliel mengajak seluruh pelajar Katolik untuk memanfaatkan masa Prapaskah sebagai kesempatan memperdalam iman melalui doa dan refleksi diri. “Pelajar Katolik harus menjadi teladan, inspirasi, pembawa damai, dan siap membantu sesama yang membutuhkan. Mari tingkatkan taqwa dengan menjalankan perintah Tuhan, menjauhi larangan-Nya, serta menerapkan akhlak mulia dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam perkataan maupun perbuatan,” pesannya.
Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius yang kuat serta sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat. (GamavanArd)