
Pontianak (Kemenag) – Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat (Kanwil Kemenag Kalbar) menjadi saksi momentum bersejarah dalam penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan kesetaraan di lingkungan instansi vertikal tersebut. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Hj.Masruraini secara resmi menjalani prosesi penyematan sebagai Bunda Inklusi bersama seluruh Ketua DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kota Se-Kalimantan Barat, Rabu (14/01/2026).
Prosesi sakral ini dilakukan langsung oleh Ketua DWP Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Hj. Salbia dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah di jantung ibu kota provinsi.
Kehadiran sosok Bunda Inklusi ini menandai babak baru bagi Kota Singkawang, yang selama ini dikenal sebagai kota paling toleran di Indonesia, untuk kini juga menjadi pionir dalam gerakan inklusivitas di sektor keagamaan. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, H. Muhajirin Yanis serta seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten dan kota dari seluruh penjuru Kalimantan Barat. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan dukungan kolektif terhadap upaya menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan.
Dalam rangkaian acara yang diikuti oleh sekitar 120 peserta tersebut, suasana penuh kehangatan sangat terasa menyelimuti ruangan. Penyematan atribut Bunda Inklusi bukan hanya menjadi simbol kehormatan bagi Ketua DWP Kemenag Singkawang, melainkan juga sebuah mandat untuk menggerakkan organisasi perempuan di bawah naungan Kemenag agar lebih aktif dalam program-program sosial yang berpihak pada keberagaman fisik maupun mental. Kakanwil Kemenag Kalbar dalam arahannya menegaskan bahwa semangat inklusi harus mendarah daging dalam setiap layanan publik di bawah bendera Kementerian Agama.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan sangat lancar dan penuh kemeriahan, mencerminkan sinergi yang kuat antaranggota DWP dan pejabat struktural di lingkungan Kalimantan Barat. Para tamu undangan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini, mengingat tantangan ke depan dalam memberikan akses pendidikan dan layanan agama yang merata memerlukan sentuhan kasih sayang dan keteladanan dari tokoh perempuan.
Dengan penyematan ini, diharapkan akan lahir inovasi-inovasi baru dari DWP Kota Singkawang yang mampu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat inklusi, sekaligus menjadi inspirasi bagi wilayah-wilayah lain di Kalimantan Barat untuk segera mengambil langkah serupa demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. (Humas/skw)