
Singkawang (Kemenag) – Dalam menghadapi tantangan zaman digital, Seksi Bimbingan MasyarakatIslam Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang menggelar Pelatihan Pembuatan Konten KreatifMateri Penyuluhan bagi Penyuluh Agama Islam. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (10/07) di Operation Room Kantor Kemenag dan diikuti oleh 50 peserta dengan penuh semangat.
Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Singkawang, H. Muhlis, sertadihadiri oleh Kasubbag TU, Aliyansah, serta para Kasi, dan Penyelenggara. Dalam sambutannya, H. Muhlis menegaskan pentingnya penyuluh agama beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Metodeceramah di masjid tetap penting, tapi sekarang kita juga harus menjawab kebutuhan masyarakat yang lebih banyak melihat konten-konten dengan mengakses media sosial. Untuk itu penyuluh harus kreatifdan hadir di ruang digital,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar dalam memproduksi konten digital, penyuluh tidak hanya terjebak padaorientasi komersial. “Jangan hanya kejar FYP dan dolar, tapi utamakan konten yang inspiratif, saratmakna, dan membawa nilai dakwah. Kalau FYP dan menghasilkan dolar itu hanya bonus, bukan tujuanutama,” ujarnya.
H. Muhlis turut mendorong peserta untuk memperkuat literasi dengan banyak membaca agar pesandakwah yang disampaikan bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat luas. “Kita harus cerdas dalammelihat sesuatu dan mampu mencerdaskan masyarakat melalui informasi yang utuh dan mendalam,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam, Miftahul Khair, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihanini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kapasitas teknis penyuluh dalam membuat kontendakwah seperti video, poster, dan materi edukatif lainnya. “Melalui pelatihan ini, kami harap para penyuluh siap menjadi agen dakwah digital yang kreatif, edukatif dan efektif, untuk mendukungkegiatan bimbingan dan pembinaan terhadap masyarakat secara lebih luas dalam menyampaikan pesandakwah melalui media digital maupun media sosial,” ucapnya.
Dua narasumber dihadirkan dalam pelatihan ini, yaitu Haris Supiandi, pakar audio visual sekaligusdosen IAIN Pontianak, dan Viky Nirlando, konten kreator dakwah dari Singkawang. Kegiatanberlangsung interaktif dengan metode ceramah, diskusi, praktik, hingga evaluasi.
Selama pelatihan yang digelar dari pukul 08.00 hingga selesai, peserta menunjukkan antusiasme tinggidan aktif dalam setiap sesi. Hasilnya diharapkan menjadi lompatan baru dalam dakwah yang lebihsegar, digital, dan menjangkau khalayak luas secara lebih efektif. (MD/skw)