
Singkawang (Kemenag) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Singkawang Utara, Dinna Rahmi, tampil sebagai narasumber dalam program OBSESI (Obrolan Seputar Islam) di Radio Rapensi. Kehadiran Dinna Rahmi menjadi tindak lanjut dari kerja sama antara Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang dan Radio Rapensi dalam meningkatkan siaran keagamaan di Kota Singkawang, Jum’at (07/11/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Dinna mengangkat tema menarik berjudul “15 Perempuan Muslim dalam Berbagai Bidang Perjuangan” yang merujuk pada karya Ilham Ibrahim. Ia menyoroti kontribusi besar perempuan Muslim dalam lintasan sejarah mulai dari abad pertengahan hingga awal abad ke-20 yang menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun peradaban Islam, bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai intelektual, pemimpin, dan pejuang.
Melalui paparannya, Dinna mengajak pendengar untuk mengenal lebih dalam sosok-sosok perempuan Muslim yang berpengaruh, seperti Khadijah binti Khuwailid, saudagar sukses dan istri Rasulullah yang menjadi pendukung utama dakwah Islam; Fatimah al-Zahra’, putri Nabi yang menjaga kemurnian garis keturunan Rasul; serta ‘Aisyah binti Abu Bakar, perawi hadis yang dikenal cerdas dan berpengaruh dalam pengembangan ilmu pengetahuan Islam.
Tak hanya tokoh dari masa awal Islam, Dinna juga menyoroti figur-figur luar biasa dari berbagai penjuru dunia Islam, seperti Rabi‘ah al-‘Adawiyyah, sufi perempuan pelopor konsep cinta Ilahi; Fatimah al-Fihri, pendiri Universitas al-Qarawiyyin di Maroko yang diakui sebagai universitas tertua di dunia; serta Lubna dari Kordoba, ilmuwan dan ahli matematika yang menjadi pustakawan kerajaan di Andalusia.
Dari wilayah Nusantara, Dinna menyinggung Laksamana Malahayati dari Aceh yang memimpin pasukan laut perempuan melawan penjajahan Belanda, serta Siti Walidah Dahlan, pendiri organisasi perempuan ‘Aisyiyah yang hingga kini terus berkontribusi dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah.
“Sejarah ini membuktikan bahwa perempuan Muslim tidak hanya berdiri di belakang, tetapi juga berada di garis depan perjuangan baik dalam bidang ilmu, spiritualitas, maupun kepemimpinan,” ujar Dinna Rahmi dalam siarannya.
Ia menegaskan bahwa dari keteladanan para tokoh tersebut, muslimah masa kini dapat belajar empat hal penting:
Dengan penyampaian yang komunikatif dan inspiratif, Dinna berharap materi ini dapat membangkitkan semangat kaum perempuan untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
“Perempuan Muslim memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Sejarah telah membuktikan, dan kini saatnya kita melanjutkan perjuangan itu,” tutupnya. (Dinna/skw)