
Singkawang (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang, H. Muhlis, secara resmi membuka acara Sarasehan dan Rapat Kerja (Raker) PC Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) yang berlangsung di Operation Room Kantor Kemenag Singkawang. Acara ini mengangkat tema “Peran Guru Nahdlatul Ulama terhadap Implementasi Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Implementasi Kurikulum Berbasis Toleransi”, Selasa (10/02/2025).
Dalam sambutannya, H. Muhlis menekankan bahwa Pergunu merupakan organisasi profesi yang memiliki peran strategis dalam memperjuangkan kepentingan guru NU, terutama dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk isu kriminalisasi guru. “Guru adalah profesi mulia, namun saat ini banyak yang menghadapi tantangan hukum. Oleh karena itu, Pergunu harus siap membela anggotanya, kecuali dalam kasus yang berkaitan dengan pelecehan seksual,” tegasnya.
Turut hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang, H. Asmadi, yang menyampaikan materi tentang “Implementasi Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.” Ia mengajak para guru untuk menjadi sosok yang dicintai, dirindukan, dan menginspirasi peserta didik. Sementara itu, H. Muhlis membawakan materi tentang “Implementasi Kurikulum Berbasis Toleransi,” dengan menekankan pentingnya cinta dan kasih sayang dalam membangun toleransi beragama di sekolah.
Ketua Pergunu Singkawang, Hj. Rohmawati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Pergunu yang telah bekerja keras. “Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi dan perencanaan strategi ke depan. Inovasi, adaptasi, dan transformasi adalah kunci untuk meningkatkan kualitas guru NU di Singkawang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Singkawang, Edy Purwanto Achmad, menyoroti tantangan yang dihadapi guru di era modern. “Dulu, guru sangat dihormati, tetapi kini banyak yang justru menghadapi kasus hukum. Guru harus mendapat perlindungan dan juga terus meningkatkan kompetensi serta kapabilitasnya,” ungkapnya.
Setelah sesi sarasehan, acara dilanjutkan dengan rapat kerja pengurus Pergunu, di mana para peserta berdiskusi secara terbuka untuk menyusun strategi dan program kerja yang lebih inovatif dan bermanfaat bagi guru serta masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Pergunu semakin solid dalam memperjuangkan kesejahteraan guru NU serta terus berkontribusi dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. (MD/skw)