
Singkawang (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang melalui Penyuluh Agama Kristen, Topia, dan Penyuluh Agama Buddha, Djau Nyit Mung, turut ambil bagian dalam kegiatanForum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Pajintan, Singkawang Timur, Jum’at (26/09/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, mulai dari Camat Singkawang Timur Eribertus Gery, Plh. Lurah Pajintan Devi Hikmawati, Kapolsek, Danramil, hingga tokoh agama Islam Hambali dan Warsita serta seluruh ketua RT se-Singkawang Timur. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan semangat kebersamaan untuk membangun wilayah dengan melibatkan semua unsur masyarakat.
Dalam forum tersebut, peran tokoh agama kembali ditegaskan sebagai jembatan yang menghubungkankebijakan pemerintah dengan nilai-nilai luhur keagamaan. “Dalam semangat kebersamaan, tokohagama diharapkan dapat memberikan pandangan keagamaan yang sejalan dengan etika dan moral, sehingga pembangunan di tingkat kelurahan maupun kecamatan dapat membawa manfaat yang lebihluas,” demikian pesan yang mengemuka dalam diskusi.
FKP kali ini tidak hanya berfokus pada rencana pembangunan fisik, tetapi juga menekankanpentingnya memperkuat jalinan persaudaraan di tengah keberagaman. Kehadiran penyuluh lintasagama dari Kemenag menjadi bukti nyata bahwa toleransi bukan hanya slogan, melainkan sikap hidupyang terus dipraktikkan dalam keseharian.
Singkawang Timur, sebagai miniatur keberagaman Indonesia, menunjukkan wajah terbaiknya ketikaseluruh elemen dapat duduk bersama, berdialog, dan bekerja sama. Perbedaan keyakinan tidak menjadipenghalang, justru menjadi kekuatan untuk melangkah maju.
Melalui forum ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama akansemakin kokoh, sehingga pembangunan di Singkawang Timur bukan hanya menghasilkan infrastrukturyang memadai, tetapi juga memperkuat nilai moral, etika, dan persaudaraan antarwarga.
Dengan semangat kebersamaan dan toleransi, Singkawang Timur diyakini mampu menjadi contohdaerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga matang dalam membangun harmoni sosial. (Topia/skw)